Hujan di Kuala Kurun Berpotensi Mengurangi Kabut Asap
Jumat, 25 Sep 2026, 17:27 WIBPalangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah menyebut hujan yang mengguyur Kuala Kurun pada Jumat pagi berpotensi membantu mengurangi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunung Mas, Karya di Kuala Kurun mengatakan hujan disertai kilat, petir dan angin tersebut sesuai dengan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Menurut peringatan dini BMKG, hujan tidak hanya terjadi di Kecamatan Kurun, tetapi juga berpotensi terjadi di sejumlah kecamatan lainnya," katanya.
Karya menjelaskan sejumlah wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan dini cuaca tersebut meliputi Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Tewah, Rungan, Manuhing, Damang Batu, Miri Manasa, Rungan Hulu, Mahuning Raya dan Rungan Barat.
Hujan tersebut disambut baik masyarakat setelah sejumlah wilayah Gunung Mas dalam beberapa waktu terakhir menghadapi kemarau dan kabut asap akibat karhutla. Warga berharap hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara sekaligus mengurangi titik api yang masih muncul.
Salah seorang warga Kuala Kurun, Nanae (40), mengatakan hujan deras sangat dinantikan masyarakat karena kabut asap sebelumnya telah mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar mengajar yang hingga kini masih dilakukan secara jarak jauh.
"Semoga setelah hujan ini asapnya semakin berkurang dan anak-anak bisa kembali belajar di sekolah. Kami juga berharap hujan turun merata supaya kondisi lingkungan kembali lebih baik," ujarnya.
Warga lainnya, Lita (42), juga menyambut baik hujan tersebut. Ia mengatakan selama kabut asap masih pekat, dirinya memilih menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan.
Menurut dia, setelah hujan turun, kabut asap mulai berkurang dan udara terasa lebih bersih sehingga dirinya kembali dapat membuka pintu dan jendela rumah. Hujan tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIB.
"Walaupun hujannya cuma sampai sekitar pukul 10.00 WIB, saya bersyukur sekali. Setelah hujan, asap mulai berkurang dan akhirnya saya berani membuka pintu dan jendela rumah," katanya.
Karya mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan kualitas udara serta mengikuti informasi resmi pemerintah dan BMKG, terutama dalam menjalankan aktivitas di luar rumah selama kondisi karhutla masih berlangsung.
- Karhutla
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Waspadai Ancaman Senyap Infeksi Parasit, Kalbe Animal Health Dorong Deteksi Dini Kesehatan Hewan Peliharaan
-
Kepala BNPB Baru Kristomei Sianturi Diharapkan Mampu Perkuat Penanganan Karhutla
-
Diduga Ledakan Gas di Ruko Pakuwon City Surabaya, 4 Orang Luka
-
Verifikasi Rumah Rusak Pascagempa di Pulau Palue untuk Pastikan Bantuan Perbaikan Tepat Sasaran
-
Antrean Pertalite Sempat Mengular di Bali, Pertamina Ubah Pola Suplai BBM, Pasokan Stok Kembali Normal
-
Likuiditas Perbankan hanya 2,38 Persen yang Mengalir ke UMKM
-
Ditawari Malaysia dan Singapura Bantuan Pemadaman Karhutla, Ini Kata Menko Polkam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.