Teknologi AI Cartrack Deteksi Risiko Berkendara Sebelum Kecelakaan Terjadi
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 19:30 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Koran Jakarta/Haryo Brono
JAKARTA — Cartrack resmi meluncurkan AI Dash Pro di Indonesia pada 24 September 2026. Perangkat dashcam berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) ini dirancang khusus untuk mendeteksi perilaku berkendara berisiko secara real-time, guna membantu operator armada mengidentifikasi potensi kecelakaan sekaligus memantau perilaku pengemudi di jalan.
AI Dash Pro mampu mendeteksi berbagai kondisi kritis, antara lain kelelahan pengemudi, distraksi, penggunaan ponsel saat berkendara, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Ketika sistem mendeteksi adanya risiko, pengemudi akan segera mendapatkan peringatan dini berupa alarm suara dan getaran pada kursi. Pada saat yang sama, manajer armada juga menerima notifikasi instan sehingga dapat mengambil tindakan preventif, seperti meminta pengemudi yang kelelahan untuk segera beristirahat.
Head of Sales Cartrack Technologies Indonesia, Enrico Putra Mustamu, menjelaskan bahwa kamera AI pada perangkat ini bekerja secara aktif memantau wajah dan perilaku pengemudi selama kendaraan beroperasi.
“Jadi kamera AI digital ini mendeteksi wajah dan perilaku driver saat sedang berkendara. Jadi selama dia fokus ke jalan, dia tidak mengantuk akan baik-baik saja, sampai ada perilaku yang mengganggu aktivitas berkendara,” ujar Enrico dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (24/9).
Menurut Enrico, kemampuan mendeteksi perilaku secara langsung (real-time) menjadi keunggulan utama dari teknologi ini, di mana sistem dirancang untuk menangkap potensi bahaya seketika saat kejadian berlangsung tanpa harus menunggu insiden terjadi.
“AI itu akan meng-capture perilaku-perilaku yang tidak dikehendaki secara real-time. Jadi kata kuncinya di sini adalah real-time,” tambahnya.
Faktor Manusia dan Kebutuhan Keselamatan Armada
Cartrack menginisiasi pengembangan teknologi ini sebagai respons atas tingginya dominasi faktor manusia dalam kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Berdasarkan data Kepolisian Negara Republik Indonesia yang dikutip Cartrack, terdapat 148.798 insiden kecelakaan lalu lintas pada 2023, di mana faktor manusia berkontribusi hingga 95 persen dengan korban jiwa mencapai lebih dari 22.000 orang.
Bagi operator kendaraan komersial, kondisi pengemudi merupakan aspek krusial karena jam kerja yang panjang di jalan raya rentan memicu kelelahan, penurunan konsentrasi, serta penggunaan perangkat komunikasi yang meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain itu, peningkatan keselamatan pengemudi ini juga selaras dengan agenda nasional menuju penerapan aturan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027. Pengelolaan perilaku pengemudi kini menjadi pilar penting yang melengkapi standar kelaikan kendaraan dan muatan.
Visibilitas Penuh bagi Manajer Armada
Salah satu tantangan terbesar operator armada adalah terbatasnya visibilitas terhadap kondisi kendaraan dan pengemudi setelah meninggalkan area depot. AI Dash Pro menjawab persoalan tersebut melalui mekanisme operasional tiga tahap yang komprehensif.
Pertama, sistem memberikan peringatan dini secara langsung kepada pengemudi melalui suara dan getaran kursi ketika terdeteksi tanda-tanda mengantuk, menguap, atau tidak fokus. Kedua, setelah kejadian berlalu, rekaman video berdurasi pendek dari perilaku berisiko tinggi tersebut akan disimpan secara otomatis dan terhubung dengan data lokasi serta riwayat perjalanan.
Ketiga, data dari berbagai kejadian ini diintegrasikan ke dalam laporan kinerja pengemudi atau driver scorecard. Sistem ini membantu perusahaan memetakan pengemudi yang memerlukan pembinaan khusus secara objektif, sehingga evaluasi tidak hanya bergantung pada laporan lisan atau ingatan semata.
Pemantauan Area Muatan dan Efisiensi Operasional
Selain memantau bagian depan jalan dan perilaku pengemudi, AI Dash Pro mendukung pemasangan hingga tiga kamera tambahan. Kamera ekstra ini dapat diarahkan untuk mengawasi area muatan atau titik-titik rawan kendaraan, seperti tangki bahan bakar dan pintu kargo.
Fitur pemantauan ini dirancang untuk memastikan keamanan kargo sekaligus menekan potensi kehilangan atau manipulasi di jalan. Cartrack mencatat data dari Indonesian Logistics and Forwarders Association (ALFI) bahwa biaya bahan bakar dapat menyumbang sekitar 40 hingga 60 persen dari total biaya operasional logistik, sehingga pengawasan ketat terhadap penggunaan bahan bakar menjadi prioritas utama operator.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!