Para Santri Mesti Menguasai Literasi Digital
Kamis, 05 Mar 2026, 03:12 WIBJAKARTA â Zaman sekarang semua utamanya remaja dan kaum muda harus menguasa gitial. Maka dari itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menginginkan pelatihan literasi digital bisa masuk ke segmen yang lebih luas. Salah satunya kepada santri agar pemberdayaan ekonomi merata di semua kalangan.
âKita juga tahu bagaimana pemerintah sebetulnya juga ingin terus mendukung agar juga pemberdayaan ekonomi di pesantren untuk santri dan santriwati juga bisa kita lakukan termasuk kepada guru atau ustadz dan ustadzahnya,â kata Riefky dalam acara Laporan Pencapaian Pelatihan Digitalisasi Emak-Emak Matic dan Genmatic di Jakarta, Rabu.
Pelatihan ini bisa masuk pada sektor pesantren dengan program Santrimatic untuk memberdayakan para santri yang juga menjadi fokus pemerintah dalam menjadikan pesantren sebagai salah satu segmentasi yang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan perekonomian nasional.
Riefky mengatakan pelatihan literasi digital oleh platform belanja online Shopee berkolaborasi dengan Kemenekraf melalui implikasi Pelatihan Emak-Emak Matic dan Genmatic dapat membantu pemerintah dalam memberikan akses pelatihan digital.âââââââ
Menekraf juga mengajak Shopee untuk menerapkan pelatihan literasi digital di daerah prioritas pengembangan ekonomi kreatif sebagai tempat dilakukannya pelatihan ekonomi digital yang dapat meningkatkan taraf hidup bagi pelaku UMKM dan penjual online daerah.
âTentu kita berharap bahwa ini bisa dilanjutkan, bisa diteruskan dan juga bisa masuk baik itu ke daerah-daerah lain termasuk daerah prioritas pengembangan ekonomi kreatif yang ditentukan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto pada 15 Provinsi,â katanya.âââââââ
Riefky mengatakan pelatihan literasi digital dapat menyerap 7,4 juta jiwa pengangguran terbuka di bawah usia 40 tahun yang dapat bekerja sebagai afiliator, merchant shopee food atau penjual online.
Data Kemenekraf menunjukkan 27,4 juta orang bekerja sebagai pegiat industri kreatif yang sebagiannya sebagai afiliator dan pertumbuhan orang yang bekerja di sektor ekraf berbasis digital naik hampir 1-1,5 juta orang setiap tahunnya, di mana 50 persennya adalah generasi muda. âArtinya ini bisa menjadi penyerap pengangguran terbuka, membuka lapangan kerja untuk generasi muda yang masih nganggur,â katanya.
Selain itu, Riefky mengajak Shopee untuk berkolaborasi membangun ekonomi daerah pasca bencana terutama di Sumatera baik di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan juga Jawa Barat agar UMKM daerah bisa bangkit kembali, menjual produknya dan kembali bisa membantu perekonomian keluarga korban bencana.âââââââ
Riefky berharap pelatihan literasi ekonomi digital yang dilakukan bersama pihak swasta dapat menjadi pembuka jalan bagi perusahaan lain dan bersama membantu pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dari industri kreatif.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Jose Mourinho Siapkan Duet Bernardo-Valverde untuk Laga Perdana Real Madrid di La Liga
-
FIFTY FIFTY Batal Konser di Indonesia, Jadwal Tur Asia Berubah,
-
Lagi, Dugaan Kekerasan terhadap ART Terjadi di Jakarta Utara, Polisi Lakukan Penyelidikan.
-
Pemkab Karawang Siapkan PSEL Atasi Over Kapasitas TPA Jalupang
-
Tim SAR Evakuasi Pria Hanyut di Sungai Lau Biang Kabupaten Karo
-
Bukan Cuma Jago Pakai AI! Polresta Cilacap Bekali Siswa SMAN 1 Kroya Agar Tak Tertipu Hoaks
-
KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Menhub Janji Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.