Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Perintis, Hidupkan Harapan Besar Warga Pulau Sabutung Pangkep, Sulsel

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 05:20 WIB | Oleh:

Peran transportasi penyeberangan dalam menghubungkan masyarakat kepulauan juga terlihat di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulsel, ke provinsi tetangga, yakni Pelabuhan Kolaka, Sultra.

ASDP mencatat sepanjang Januari 2025 hingga Februari 2026, Pelabuhan Bajoe melayani lebih dari 28 ribu penumpang dan sekitar 56 ribu kendaraan.

Angka tersebut memperlihatkan besarnya mobilitas masyarakat yang bergantung pada transportasi penyeberangan untuk menghubungkan dua provinsi di Sulawesi. 

Bagi ASDP, konektivitas bukan hanya persoalan memindahkan penumpang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya. Di dalamnya terdapat pergerakan barang, aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga peluang pengembangan wilayah.

ASDP Regional 4 mencata perusahaan tersebut juga tengah melihat peluang memperluas bisnis melalui pengembangan konektivitas dan logistik, termasuk kemungkinan membuka koneksi menuju Surabaya, Jawa Timur.

Rencana pengembangan ke logistik itu karena selain melihat permintaan, juga melihat data produksi, sehingga proses bisnis perusahaan tersebut bisa berkembang.

Pengembangan konektivitas tersebut, sekaligus membuka peluang bagi transportasi laut untuk mendukung sektor pariwisata di wilayah kepulauan.

Sejumlah wilayah kepulauan di Sulsel hingga kawasan Indonesia Timur memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan apabila didukung transportasi laut yang aman dan teratur.

Sebagai gambaran, Pelabuhan Bajoe, kini dirintis menjadi tujuan wisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan peran pelayanan publik.

Bahkan, untuk mendukung sektor pariwisata, ASDP dan Universitas Hasanuddin di Makassar sedang menjajaki produksi perahu tradisional Phinisi yang akan didampingi dalam proses pembuatannya, agar dapat mengikuti standar kapal pada umumnya untuk menjaga keamanan penumpang.

Bupati Pangkajene dan Kepulauan Muhammad Yusran Lalogau mengatakan, perjalanan dengan kapal mungkin hanya bagian dari aktivitas bepergian. Namun bagi masyarakat pulau, keberadaan kapal menentukan seberapa mudah mereka mengakses kehidupan di luar pulau.

Apalagi dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah daerah yang paling banyak pulaunya, yakni 117 pulau yang tersebar di Selat Makassar, hingga provinsi tetangga, yakni Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Katena itu wajar jika setiap perjalanan membawa cerita yang berbeda. Ada guru yang mengejar waktu untuk mengajar. Ada ASN yang menuju kantor. Ada pedagang yang membawa barang. Ada warga yang hendak berbelanja atau mengurus kebutuhan administrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Megapolitan
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Be...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.