Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Geopolitik Memanas, Ekonomi Digital Indonesia Justru Melesat

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Geopolitik Memanas, Ekonomi Digital Indonesia Justru Melesat Doc: ANTARA FOTO/ Indrianto
Ket. Ilustrasi - Sejumlah peserta mengikuti Program Pelatihan Gig Economy dan AI Open Innovation Challenge seusai peluncurannya di Jakarta Creative Hub, Jakarta.

JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan akselerasi ekonomi dan keuangan digital mengalami peningkatan di tengah risiko geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga inflasi yang tinggi di negara maju yang berdampak ke aliran modal ke negara emerging countries, termasuk Indonesia.

“Akselerasi digital economy dan keuangan Indonesia ini terus mengalami peningkatan, baik itu terkait dengan sistem pembayarannya, kemudian terkait dengan seluruh transaksi dalam perekonomian, juga dalam pemanfaatan digitalisasi, termasuk AI (Artificial Intelligence). Dalam kita bekerja, Itu semua berkembang dengan pesat sekali,” ucapnya dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta, Kamis (24/9).

Fondasi ekonomi Indonesia sendiri dinilai relatif kuat dengan pertumbuhan ekonomi semester I-2026 sebesar 5,45 persen, inflasi di level 3,19 persen, dan volatilitas nilai tukar rupiah yang tetap terjaga di tengah tekanan dari dolar AS terhadap berbagai kurs di negara emerging countries.

Di samping itu, dia menekankan bahwa ekonomi digital yang dibangun harus berdasarkan kepercayaan dengan proteksi keamanan yang baik dalam tata kelola hingga perlindungan konsumen.

Dalam konteks ini, Destry menganggap inovasi terkait sistem pembayaran yang disediakan BI menunjukkan perkembangan luar biasa.

“Sejak kita menginisiasi QRIS, kemudian BI-FAST, itu luar biasa perkembangannya, sehingga kami menempatkannya di dalam blueprint sistem pembayaran kami, blueprint sistem pembayaran 2030,” kata Gubernur BI.

Transformasi dari sistem pembayaran sendiri menyasar tiga hal, yakni transaksi harus cepat, mudah, murah, berkualitas, dan dapat dipercaya; lalu industri yang sehat dan saling terhubung, dan infrastruktur yang memiliki sistem aman, andal, dan siap menghadapi kebutuhan ekonomi di masa depan.

Dalam upaya menjadikan sistem pembayaran sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, BI berkomitmen untuk menyatukan infrastruktur digital nasional, menghubungkan sektor usaha, sektor keuangan, dan pemerintah, serta membangun standar yang memungkinkan seluruh ekosistem terkoneksi dan berbicara dalam bahasa yang sama.

Beberapa area yang menjadi fokus BI ke depan mencakup penguatan infrastruktur pembayaran ritel dan wholesale melalui BI-FAST dan BI-RTGS Generasi III, serta infrastruktur data untuk mendukung transaksi yang semakin efisien, andal, dan terintegrasi.

Area berikutnya adalah penguatan industri terutama dalam aspek kapabilitas sumber daya manusia, manajemen risiko, keandalan infrastruktur teknologi informasi dan pengawasan, agar sistem pembayaran Indonesia semakin aman dan tangguh.

Ketiga yaitu konsistensi dalam mendorong berbagai inovasi pembayaran digital seperti QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta inovasi untuk memperluas akseptasi masyarakat yang didukung penguatan literasi dan perlindungan konsumen.

Selanjutnya ialah memperluas konektivitas internasional di antaranya melalui QRIS antar negara dan interkoneksi infrastruktur fast payment ritel melalui Nexus.

“Transformasi ekonomi dan keuangan digital bukan hanya sekedar tentang mengadopsi teknologi baru. Transformasi ekonomi keuangan digital pada akhirnya adalah tentang manusia, tentang bagaimana teknologi dapat memudahkan kehidupan kita sehari-hari, membuka akses bagi lebih banyak pelaku usaha, dan juga menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat seluruh Indonesia,” ungkap Destry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Mendagri Berhentikan Ade Ku...
Megapolitan
Tangsel Otozone Jadi Sarana...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.