Pemprov Kalsel Pastikan 54 Situs Meratus Aman dari Dampak Karhutla
Rabu, 23 Sep 2026, 13:22 WIBBANJARMASIN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan memastikan sebanyak 54 situs yang menjadi bagian dari Meratus UNESCO Global Geopark (UGGp) hingga saat ini berada dalam kondisi relatif aman dari dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, mengatakan berdasarkan kondisi terkini, belum terdapat geosite Meratus UGGp yang terdampak langsung oleh karhutla.
"Tidak ada yang kena. Geosite kita tidak ada yang kena. Karena yang banyak itu di daerah-daerah, seperti di Banjarbaru. Mudah-mudahan tidak sampai merusak plasma nutfah yang ada di kehutanan-kehutanan di Hulu Sungai Selatan dan daerah lainnya,â katanya di Banjarbaru, dilaporkan Rabu (23/9).
Meski demikian, lanjut Ariadi, kewaspadaan dan langkah mitigasi tetap perlu diperkuat mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Menurutnya, upaya mitigasi perlu dilakukan secara bersama-sama, terutama untuk melindungi kawasan yang memiliki nilai ekologis dan keanekaragaman hayati. Pemerintah juga terus mewaspadai potensi karhutla yang dapat terjadi hingga beberapa bulan ke depan.
Pengelolaan kawasan seperti Tahura Sultan Adam juga telah menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mempertimbangkan pembukaan kawasan wisata hingga kondisi dinilai benar-benar aman.
âKarena itu kalau terbakar, Tahura sudah punya strategi. Mereka tidak akan membuka dulu sebelum aman,â katanya.
Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga seluruh pihak perlu mencari solusi dan memperkuat mitigasi bencana untuk mencegah dampak karhutla terhadap kawasan konservasi maupun situs-situs yang berada dalam kawasan Meratus UGGp.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel sekaligus Ketua Harian Pengelola Meratus UGGp, Iwan Fitriady, mengatakan Rakornis menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan geopark.
âAlhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan Rakornis UGGp Geopark Meratus yang tentunya dihadiri oleh semua pemangku kepentingan di 54 situs,â ujar Iwan.
Ia menjelaskan, 54 situs Meratus UGGp tersebar di sejumlah wilayah yang mencakup empat kabupaten dan dua kota, sehingga pengelolaannya membutuhkan kolaborasi lintas daerah.
Terkait kondisi karhutla, Iwan menyebutkan bahwa secara umum situs-situs Meratus UGGp masih berada dalam kondisi relatif aman. Meskipun terdapat sejumlah situs yang berada di wilayah terbuka dan memiliki potensi terpapar kondisi cuaca ekstrem, hingga kini belum terdapat dampak signifikan terhadap keseluruhan situs.
Iwan menuturkan, Pengelola Meratus UGGp bersama pemerintah kabupaten dan kota juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap kondisi situs.
Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan setiap daerah turut mengambil peran dalam menjaga kelestarian situs yang berada di wilayah masing-masing.
Beberapa upaya pemantauan telah dilakukan, di antaranya dengan mengunjungi sejumlah situs di Kabupaten Barito Kuala, termasuk kawasan di bawah Jembatan Barito dan Pulau Curiak.
- Pemprov Kalsel
- Dampak Karhutla
- Situs Meratus
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS Pegadaian pada Senin Ini
-
SIG Hadirkan Solusi Bata Interlock Presisi untuk Percepat Akses Hunian Layak dan Terjangkau
-
Luas lahan terdampak karhutla di Kalimantan Selatan
-
Tembus Rp43 Ribu Per Kilo! Harga Daging Ayam di Temanggung Mendadak Meroket!
-
Arsenal dan Barcelona Siap Hadapi Ujian Berat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.