Mentan Amran Beri Beasiswa dan Santunan untuk Keluarga 3 ASN Jayawijaya.
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 08:28 WIB | Oleh: Yebdi TrismarMelalui pemberian beasiswa, santunan, dan dukungan kesempatan kerja, pemerintah berupaya memastikan keluarga aparatur yang gugur tetap memperoleh pendampingan serta perhatian berkelanjutan.

Bagi keluarga Afrida Rapi, perhatian tersebut menjadi penguat di tengah masa sulit. Yohanis Tonglo, suami almarhumah Afrida, mengungkapkan bahwa salah satu anaknya sempat berniat berhenti kuliah agar dapat bekerja dan membantu adik-adiknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Anak saya yang pertama merangkul saya dan membisikkan, ‘Pak, biar saya berhenti kuliah saja, supaya saya bisa kerja membantu adik-adik saya.’ Tapi Tuhan ternyata Maha Besar. Tuhan mengirim malaikat kepada kami lewat Pak Dirut untuk menjawab kekhawatiran kami ini,” tutur Yohanis.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Mentan Amran dan Direktur Utama Bulog atas perhatian yang diberikan kepada keluarganya.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah menaruh perhatian besar kepada kami keluarga korban, khususnya anak-anak kami. Kami sungguh diberikan dukungan yang besar untuk melanjutkan proses pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Minto Mbuik, kakak almarhum Willy Mbuik. Ia mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah kepada keluarganya, termasuk kesempatan bekerja di Bulog.
“Ini hal yang tidak kami cari, tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, tapi hari ini mungkin cara Tuhan untuk kami keluarga dapatkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirut dan Pak Menteri yang hari ini sudah memberi kami berkat,” katanya.
Sementara itu, istri almarhum dokter hewan Alfonsius Mehan, Yurita Galung, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Kementerian Pertanian.
“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan kalau saya masih diberikan kesehatan dan kekuatan dengan cobaan yang terjadi. Saya ucapkan terima kasih untuk Menteri Pertanian yang boleh mengundang kami, bentuk tali kasih dan kepedulian terhadap kami,” ujar Yurita.
Yurita mengenang suaminya sebagai sosok pekerja keras yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Panggilan sayang saya, Bapak Ciu. Dia sosok pribadi yang sangat baik. Dia orang yang tidak pernah memilih. Siapapun dia akan tolong. Dia pekerja keras. Dia selalu mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri,” tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!