Kenali Risiko Sejak Dini, Kampanye Hari Jantung Sedunia 2026 Digelar YJI dan Perki
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 15:58 WIB | Oleh: Haryo BronoWorld Heart Day Run Jadi Puncak Kampanye
Rangkaian kampanye akan mencapai puncaknya melalui World Heart Day Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Kegiatan tersebut mencakup 5K Fun Run, Senam Jantung Sehat, serta pengumuman pemenang Body Transformation Competition (BTC)—sebuah tantangan hidup sehat selama tiga bulan yang telah berlangsung sejak Juni 2026.
BTC menilai perubahan komposisi tubuh dan sejumlah parameter kesehatan, antara lain indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, tekanan darah, profil lipid, serta kadar gula darah. Penilaian dilakukan dalam konteks penerapan aktivitas fisik teratur, pola makan seimbang, dan pemantauan kesehatan berkala.
Selain aktivitas fisik, rangkaian acara ini juga membawa pesan penting mengenai pengenalan gangguan irama jantung, khususnya atrial fibrillation (AF) atau fibrilasi atrium.
Salah satu edukasi yang diberikan adalah program Menari(Meraba Nadi Sendiri). Masyarakat diajak mengenali denyut nadi sendiri dan mencari pertolongan medis apabila menemukan irama yang tidak teratur, terutama jika disertai gejala seperti jantung berdebar, lemas, atau sesak napas.
Edukasi mengenai Basic Life Support (BLS) atau bantuan hidup dasar juga menjadi bagian penting, mencakup pengenalan kondisi henti jantung, cara menghubungi layanan gawat darurat, melakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR), serta penggunaan automated external defibrillator (AED).
Ketua Panitia World Heart Day 2026, dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), mengatakan bahwa aktivitas fisik terukur dan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan kunci pencegahan utama penyakit kardiovaskular.
“Aktivitas fisik terukur dan skrining rutin adalah kunci pencegahan penyakit kardiovaskular,” ujarnya.
Dukungan Omron untuk Deteksi dan Pemantauan
Kampanye nasional ini turut didukung oleh Omron Healthcare Indonesia. Direktur Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, menyatakan dukungan tersebut sejalan dengan visi global perusahaan, “Going for Zero”, yang mendorong upaya pencegahan untuk menekan risiko komplikasi stroke dan serangan jantung melalui deteksi dini serta pemantauan kesehatan mandiri.
“Sejalan dengan visi ‘Going for Zero’, Omron percaya bahwa pencegahan penyakit kardiovaskular perlu dimulai dari kesadaran dan langkah nyata yang dapat dilakukan setiap hari. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan perangkat kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem yang dapat mendukung masyarakat dalam memantau dan menjaga kesehatan jantung secara berkelanjutan,” ujar Tomoaki.
Omron juga menyoroti pentingnya pemantauan faktor risiko kardiovaskular, termasuk tekanan darah dan gangguan irama jantung seperti atrial fibrillation.
Marketing Manager Omron Healthcare Indonesia, Fanny Himawan, menambahkan bahwa perusahaan mengembangkan berbagai solusi untuk memudahkan masyarakat melakukan pemantauan kesehatan di rumah.
“Melalui semangat ‘Keep On, Life On’, kami ingin membantu masyarakat menjadikan pemantauan kesehatan sebagai bagian dari keseharian. Omron menghadirkan berbagai solusi, mulai dari tensimeter dengan teknologi IntelliSense AFib® hingga perangkat Home EKG (elektrokardiogram) yang dapat membantu pengguna memantau tekanan darah dan irama jantung serta mengenali kemungkinan AFib,” ujar Fanny.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!