Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Keluhkan Jembatan Warung Pojok Tak Kunjung Jadi, Pemkot Jakbar Buka Suara

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Keluhkan Jembatan Warung Pojok Tak Kunjung Jadi, Pemkot Jakbar Buka Suara Doc: Antara
Ket. Pembuatan komponen jembatan yang menjadi akses warga Jalan Warung Pojok, RT2/RW2, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (21/9).

Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menegaskan bahwa pembangunan proyek jembatan di Jalan Warung Pojok, RT2/RW2, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, tidak dihentikan melainkan komponennya sedang difabrikasi.

Lurah Tegal Alur Achmad Bayhaki menjelaskan, saat ini proses pembuatan bagian struktur jembatan tengah dilakukan di workshop, sehingga tidak terlihat aktivitas pengerjaan di lokasi.

“Tidak ada yang dihentikan. Pembuatan jembatannya sedang difabrikasi di workshop, jadi tidak dibuat di lokasi langsung,” kata Bayhaki saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (21/9).

Ia mengatakan, pekerjaan yang dilakukan di lokasi sebelumnya berupa pembangunan fondasi dan tahapan tersebut telah diselesaikan.

Menurut Bayhaki, berdasarkan informasi dari pihak Adhi Karya, proses pemasangan atau erection jembatan di lokasi dijadwalkan mulai dilakukan pada pekan ini.

“Mudah-mudahan minggu ini sudah mulai terpasang,” katanya lagi.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat mengeluhkan pembangunan jembatan yang disebut berhenti. Menurut warga, pengerjaan hanya berlangsung selama sepekan yang meliputi pembangunan bronjong untuk fondasi di kedua sisi.

“Kalau ibaratnya kemarin mereka (pemerintah) bilang dua minggu jadi. Sedangkan ini sudah tiga minggu tidak jadi-jadi. Setelah ramai, ada pengerjaan, tapi setelah itu dibiarin begitu saja,” ujar warga setempat, Irwansyah saat ditemui di lokasi, Senin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus memutar untuk menuju sejumlah lokasi, termasuk pasar dan makam yang sebelumnya dapat diakses melalui jembatan bambu.

Irwansyah mengatakan akses tersebut cukup penting, karena tidak seluruh warga memiliki kendaraan bermotor. Menurut dia, waktu tempuh berjalan kaki menuju pasar kini bisa mencapai sekitar 10 hingga 15 menit.

“Harapan warga, ya ini akses jembatan cepat jadi, karena ini akses buat ke pasar sama ke makam lebih dekat. Harusnya kalau jembatan belum jadi, jembatan bambu jangan dirobohin dulu supaya akses warga tidak makin susah,” katanya pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.