Minum Obat Penurun Kolesterol Statin Sejak Dini Berpotensi Kurangi Risiko Demensia
📅 Senin, 31 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMUNICH – Penggunaan obat penurun kolesterol golongan statin sejak usia paruh baya berpotensi menurunkan risiko demensia hingga 15 persen. Temuan ini berasal dari penelitian jangka panjang selama 15 tahun yang melibatkan lebih dari 132.000 orang di Denmark.
Dari The Guardian, hasil penelitian tersebut dipresentasikan dalam Kongres Tahunan European Society of Cardiology (ESC) di Munich, Jerman, pada Minggu (30/8), dan dipublikasikan secara bersamaan dalam jurnal Lancet Regional Health Europe.
Dalam studi terbesar di bidangnya, para peneliti dari Rumah Sakit Universitas Kopenhagen melacak 132.585 penderita diabetes tipe 2 sepanjang periode 2006 hingga 2021.
Hasilnya menunjukkan, peserta yang mulai mengonsumsi statin memiliki risiko demensia 10 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak menggunakan obat tersebut. Sementara itu, mereka yang mulai mengonsumsi statin lebih awal dalam hidupnya mencatat penurunan risiko hingga 15 persen.
“Temuan kami menunjukkan bahwa risiko demensia kemungkinan paling efektif ditekan dengan menangani beberapa faktor sekaligus, dan kolesterol dapat menjadi salah satu faktor penting,” kata peneliti utama, Dr. Tummas Ternhamar, dari Rumah Sakit Universitas Kopenhagen.
Ia menambahkan, waktu memulai pengobatan juga berpengaruh.
“Bertindak lebih awal tampaknya memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan memulai pengobatan lebih lambat,” ujarnya.
Demensia diperkirakan akan menjadi tantangan kesehatan global yang semakin besar. Jumlah penderita demensia di dunia diproyeksikan meningkat hampir tiga kali lipat menjadi sekitar 153 juta orang pada 2050. Namun, para ahli memperkirakan hampir setengah kasus demensia sebenarnya dapat dicegah atau ditunda melalui pengendalian faktor risiko.
Statin sendiri merupakan salah satu obat yang paling banyak digunakan di dunia untuk menurunkan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah atau LDL. Kolesterol LDL yang tinggi diketahui dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang memasok otak.
Para peneliti menduga, kemampuan statin dalam menekan kolesterol LDL membantu menjaga kesehatan pembuluh darah otak, mengurangi risiko stroke iskemik, mempertahankan aliran darah ke otak, serta mencegah kerusakan jaringan saraf.
“Statin efektif menurunkan kolesterol LDL dan melindungi dari aterosklerosis serta penyakit kardiovaskular. Hal itu dapat membantu melindungi otak dari gangguan aliran darah dan kerusakan jaringan,” kata Ternhamar.
Profesor Isabel Goncalves, anggota komite komunikasi ESC yang tidak terlibat dalam penelitian, menilai hasil ini memiliki potensi besar karena statin merupakan obat yang tersedia luas dan relatif terjangkau.
“Karena statin tersedia secara luas dan harganya terjangkau, temuan ini berpotensi penting,” katanya.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional, sehingga menunjukkan adanya hubungan, tetapi belum dapat membuktikan secara langsung bahwa statin menjadi penyebab penurunan risiko demensia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!