Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korea Utara dan Korea Selatan Berbagi Poin dalam Laga Sengit Asian Games

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 00:25 WIB | Oleh:
Korea Utara dan Korea Selatan Berbagi Poin dalam Laga Sengit Asian Games Doc: Asian Games
Ket. Ilustrasi pertandingan timnas putri Korea Selatan vs Korea Utara.

FUKUROI, JEPANG – Korea Utara dan Korea Selatan bermain imbang 1-1 dalam pertandingan sepak bola putri Asian Games, Senin (21/9). Laga kedua negara tetangga yang secara teknis masih berada dalam status perang itu berlangsung ketat dan diwarnai sejumlah pelanggaran.

Pertandingan Grup tersebut digelar di Stadion Shizuoka yang berkapasitas 50.000 penonton. Namun, hanya sedikit penonton yang hadir, dengan jumlah sekitar 2.000 orang.

Stadion tersebut memiliki sejarah tersendiri karena pernah menjadi salah satu venue pertandingan ketika Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002.

Di antara penonton yang hadir terdapat sekelompok pendukung Korea Utara yang mengenakan kaus merah. Sebagian dari mereka mengecat wajah dengan warna bendera Korea Utara.

Beberapa lainnya membawa poster bertuliskan, "Mari menang untuk negara kita."

Korea Utara yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan prestasi menonjol di level usia muda sepak bola putri, membuka keunggulan pada babak pertama.

Chae Un Yong mencetak gol dari jarak dekat untuk membawa Korea Utara unggul.

Korea Selatan baru mampu menyamakan kedudukan setelah turun minum. Yun Su-jeong menuntaskan peluang dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Pertandingan berlangsung keras dengan intensitas tinggi. Korea Selatan menerima tiga kartu kuning, sedangkan Korea Utara hanya mendapatkan satu kartu.

Total terdapat 27 pelanggaran sepanjang pertandingan, dengan pelanggaran pertama bahkan terjadi sebelum pertandingan memasuki menit pertama.

Setelah laga berakhir, para pemain kedua tim hanya saling memberikan tos singkat tanpa terlihat berbincang satu sama lain.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berada dalam kondisi perang karena Perang Korea 1950-1953 berakhir melalui gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.

Pelatih Korea Selatan, Shin Sang-woo, mengakui para pemainnya sempat merasakan tekanan menghadapi Korea Utara untuk pertama kalinya.

"Ini adalah pertama kalinya para pemain muda kami menghadapi Korea (Utara), sehingga mereka merasa gugup," kata Shin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Olahraga
Mancini Tegaskan Tim Nasion...
Daerah
Karhutla Diduga Libatkan Ko...
Rona
Beware Boiúna, Horor Monst...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.