Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yogyakarta Tak Mau Ketinggalan, AI Jadi Senjata Baru Dongkrak Daya Saing

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 20:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Yogyakarta Tak Mau Ketinggalan, AI Jadi Senjata Baru Dongkrak Daya Saing Doc: ANTARA FOTO/ Hendra Nurdiyansyah
Ket. Ilustrasi-Pengendara melintas di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Meningkatkan kualitas pelayanan publik bukan hanya soal menghadirkan birokrasi yang cepat dan mudah, tetapi juga menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Pelayanan yang efisien dapat memangkas biaya dan waktu bagi masyarakat maupun pelaku usaha, sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih menarik.

Ketika birokrasi mampu bekerja lebih responsif dan adaptif, aktivitas ekonomi daerah pun memiliki ruang lebih besar untuk tumbuh.

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, AI dinilai harus dimanfaatkan untuk membangun kemandirian dan memberikan ruang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo di Yogyakarta, Sabtu (29/8).

Menurut dia, karena itu, arah kebijakan pemkot di era AI tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga perlindungan UMKM melalui regulasi, personalisasi layanan bagi warga dan pelanggan, peningkatan efisiensi pelayanan, serta penguatan citra Yogyakarta.

"Pemanfaatan AI tersebut didukung fondasi transformasi digital pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sesuai Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 95 Tahun 2018," katanya.

Dia juga mengatakan transformasi digital pemerintahan tidak boleh berhenti pada efisiensi layanan. Oleh sebab itu, digitalisasi harus menjadi fondasi yang membuka peluang bagi dunia usaha untuk tumbuh lebih cepat.

"Data yang terbuka dan saling terhubung, proses perizinan yang lebih cepat, tata kelola transparan, serta ekosistem inovasi menjadi bagian penting untuk menciptakan iklim usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi," katanya.

Lebih lanjut, perkembangan perdagangan digital juga menghadirkan tantangan bagi UMKM, penjualan ritel secara daring pada 2025 berada di kisaran 13 sampai 18 persen diproyeksikan meningkat menjadi 28 sampai 33 persen pada 2026.

"Kondisi ini membuka peluang pasar yang lebih luas, namun sekaligus membuat UMKM menghadapi persaingan yang semakin terbuka," katanya.

Dia mengatakan dunia usaha berperan menghadirkan inovasi, investasi, dan lapangan kerja, pemerintah menyediakan regulasi, infrastruktur digital, dan data terbuka, oleh karena itu dunia usaha dan pemerintah bersama mempercepat adopsi AI di kalangan UMKM.

"Upaya ini dapat dilakukan melalui pendampingan digital marketing berbasis AI, akses pembiayaan dan pasar melalui kemitraan, pelatihan literasi teknologi, serta promosi produk lokal ke pasar nasional dan global," katanya.

Dengan demikian, kata dia, AI diharapkan tidak hanya menjadi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat ekonomi lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Kabut Asap Karhutla Hambat Produksi Ikan Asin

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Kabut Asap Karhutla Hambat ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.