Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ingatkan Bahaya Awan Cumulonimbus di Sejumlah Wilayah Indonesia

📅 Senin, 21 Sep 2026, 14:45 WIB | Oleh:

- Riau,

- Sumatera Barat,

- Bagian timur Jambi,

- Bagian barat Sumatra Selatan,

- Lampung,

- Bengkulu,

- Wilayah barat Kepulauan Mentawai,

- Bagian utara Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.

Untuk kawasan Indonesia bagian timur, ia menuturkan, pertumbuhan awan cumulonimbus diprakirakan muncul di Papua Pegunungan dan Papua. Kondisi tersebut, perlu diperhatikan terutama ketika pesawat melakukan proses lepas landas, mendarat, maupun saat melintasi area yang terdapat pertumbuhan awan.

"Penumpang pesawat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Informasi terbaru dari pihak bandara dan maskapai juga disarankan menjadi rujukan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi penerbangan terkini," ujar Dendi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
Mendulang emas di Sungai Ma...
Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.