Bapanas Jamin Pasokan Beras Tetap Terjaga
Senin, 21 Sep 2026, 14:22 WIBJAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras tetap terjaga di tengah penarikan 25 merek beras fortifikasi. Pemerintah memperkuat stok, penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta distribusi beras premium.
Per 18 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 4,6 juta ton. Sepanjang 2026 hingga pertengahan September, penyaluran CBP mencapai sekitar 2,3 juta ton melalui berbagai program intervensi.
Bapanas juga tengah memproses penambahan kuantum SPHP beras sebanyak 1 juta ton. Tambahan tersebut diarahkan ke daerah yang mengalami tekanan harga dan pasokan.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, meminta Perum Bulog mengoptimalkan penyaluran stok beras premium. Pasokan premium terutama diarahkan ke jaringan ritel modern untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
âBeras premium kami minta Bulog optimalkan men-supply, karena stoknya banyak. Itu ke toko-toko ritel modern, itu segera di-supply,â ujar Amran dalam rilis resmi Bapanas, Minggu (20/9).
Pemerintah memastikan penguatan pasokan berjalan bersamaan dengan pengawasan peredaran beras di pasar. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan dugaan peralihan beras premium menjadi produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi.
Pemeriksaan laboratorium kemudian dilakukan terhadap produk yang beredar. Hasilnya menjadi dasar pengawasan dan penarikan terhadap produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan mutu dan kandungan sesuai label.
Bapanas mencatat 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi diduga tidak memenuhi standar dan kandungan yang tercantum pada label. Produk tersebut dinilai tidak memenuhi ketentuan SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.
Sebanyak 11 pelaku usaha sebagai pemilik 25 izin edar telah mendapat surat peringatan dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) bersama Bapanas. Hingga minggu pertama September 2026, seluruh merek beras fortifikasi tersebut terpantau telah menghentikan produksinya.
Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Yusra Egayanti, mengatakan pemerataan distribusi stok dan SPHP terus diperkuat. Langkah tersebut terutama menyasar daerah yang mengalami tekanan harga dan pasokan.
âTentunya penugasan Bulog untuk pemerataan distribusi stok dan program SPHP, terutama ke wilayah yang mengalami tekanan harga dan pasokan. Kami terus berkoordinasi dengan Bulog untuk intervensi SPHP ke daerah yang teridentifikasi harga tinggi,â ujar Yusra.
Pemerintah juga menjaga stok CBP sebagai penyangga strategis menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino. Pengawasan mutu dan penguatan pasokan dilakukan bersamaan agar masyarakat tetap memperoleh beras sesuai kebutuhan. ils/I-1
- Bulog
- Badan Pangan Nasional (Bapanas)
- Beras fortifikasi
- Pasokan Beras
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pemkab Kotim Raih Penghargaan TP2DD Terbaik di Kalimantan
-
Impor Pangan Ilegal Kian Meresahkan: Petani Tertekan, Swasembada Terancam
-
Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Maskapai Sajian In-Flight Dining Terbaik Dunia
-
Serangkaian Ledakan Landa Penyimpanan Amunisi Militer Suriah, 11 Orang Tewas
-
Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
-
Penyelam Tembus Kamar-kamar KM Virgo, Basarnas Ungkap Banyak Jasad Ditemukan
-
Pengadaan Beras BULOG Tembus 4,1 Juta Ton, 102% dari Target
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.