Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ant International Perluas Pemanfaatan AI untuk Pembayaran dan Keuangan Global

📅 Senin, 21 Sep 2026, 18:35 WIB | Oleh:
Ant International Perluas Pemanfaatan AI untuk Pembayaran dan Keuangan Global Doc: Ant International
Ket. Peng Yang, CEO Ant International, memperkenalkan payment foundation model Ant International dalam acara global merchant perusahaan pada 2026. Ant International menghadirkan hampir 100 produk AI-native untuk pembayaran, akun, valuta asing, treasury, dan pertumbuhan bisnis global.

JAKARTA—Ant International memperkenalkan rangkaian solusi AI-native full-stack untuk mendukung operasional bisnis global, mulai dari pembayaran, pengelolaan akun, valuta asing (FX), treasury, hingga pengembangan dan ekspansi bisnis.

Rangkaian solusi yang diperkenalkan pada September 2026 ini mencakup hampir 100 produk utama yang dikelompokkan dalam empat pilar bisnis Ant International, yakni Alipay+, Antom, WorldFirst, dan Bettr.

Pengembangan tersebut dibangun di atas dua foundation model milik Ant International, yaitu Antom 3-in-1 Transformer sebagai payment foundation model dan FalconTST, model time-series transformer yang digunakan untuk memprediksi kebutuhan valuta asing dan likuiditas.

Selain fondasi AI, Ant International memperkenalkan dua infrastruktur untuk mendukung interoperabilitas pembayaran di lingkungan berbasis agen AI, yakni Agentic Mobile Protocol (AMP) dan WhaleRTP, platform wholesale settlement berbasis blockchain.

CEO Ant International, Peng Yang, mengatakan perkembangan teknologi AI membuat industri fintech tidak hanya dituntut meningkatkan efisiensi layanan yang sudah ada, tetapi juga mempersiapkan infrastruktur untuk operasional yang semakin berbasis agen AI.

“Pemimpin fintech masa depan perlu menghadirkan dua hal: infrastruktur trust yang siap menghadapi masa depan serta foundational FinAI models yang menggabungkan data kompleks dan mendalam dengan keahlian di berbagai bidang; serta rangkaian solusi AI-native yang saling terhubung untuk mendukung operasional pembayaran, akun, FX, treasury, dan pertumbuhan bisnis,” ujar Peng Yang kepada lebih dari 1.100 eksekutif dalam acara merchant tahunan VOYAGE di Shanghai.

Menurut Ant International, dalam 12 bulan terakhir sebanyak 89,5% klien layanan merchant payment utamanya telah menerapkan solusi FinAI. Sementara itu, 81,4% tugas pembayaran telah diselesaikan dengan bantuan AI.

Ant International saat ini menyediakan layanan cross-border digital payment, account, treasury management, dan teknologi kredit melalui empat pilar bisnisnya. Jaringan pembayaran seluler Alipay+ mencakup 53 dompet digital dan 10 skema QR nasional, yang menghubungkan sekitar 150 juta merchant global dengan lebih dari 2 miliar akun konsumen.

Perusahaan menyebut aktivitas transaksinya mencapai lebih dari 25 juta transaksi setiap hari di 210 pasar. Penggunanya mencakup perusahaan e-commerce, digital dan hiburan, online travel agency (OTA), perusahaan global, hingga usaha kecil dan menengah di berbagai pasar berkembang.

Fondasi AI untuk Pembayaran dan Keuangan

Salah satu teknologi yang menjadi dasar pengembangan solusi baru tersebut adalah Antom 3-in-1 Transformer. Model ini memiliki lebih dari 10 miliar parameter dan mengelola sekitar 90 triliun data setiap tahun.

Ant International menyebut model tersebut dirancang untuk memproses data perilaku berkala, data terstruktur, dan hubungan antarpengguna secara bersamaan. Teknologi tersebut kemudian digunakan untuk mengintegrasikan deteksi fraud, pencegahan penipuan, serta optimalisasi keberhasilan transaksi dalam satu sistem.

Menurut perusahaan, penerapan teknologi tersebut pada klien utama dapat menekan tingkat chargeback hingga 87%.

Fondasi kedua adalah FalconTST yang dirancang untuk memprediksi kebutuhan FX dan likuiditas. Model tersebut menggunakan lebih dari 8,5 miliar parameter dan dilatih menggunakan data dari sejumlah sektor, termasuk keuangan, ritel, energi, dan pariwisata.

Ant International menyatakan FalconTST mampu menghasilkan prediksi arus kas dan risiko valuta asing secara dinamis dengan tingkat akurasi lebih dari 93%. Dalam penerapannya, perusahaan mengklaim teknologi tersebut dapat mengurangi biaya hedging dan alokasi valas antara 30% dan 60%.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.