Kylian Mbappe Gabung On, Merek Swiss Ini Tantang Dominasi Nike, Adidas, dan Puma
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 00:06 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraOn mencoba membawa keunggulan teknologinya ke dalam produk sepak bola. Dalam pernyataannya, perusahaan tersebut menyoroti teknologi manufaktur robotik LightSpray, yang saat ini digunakan dalam produksi sepatu lari. Teknologi itu akan menjadi salah satu aset On dalam pengembangan sepatu sepak bola.
Namun, On tidak mengungkapkan nilai finansial kesepakatan dengan Mbappe. Perusahaan hanya menyebut kontrak tersebut memiliki komponen pembayaran tunai dan saham.
Model kerja sama dengan atlet melalui kepemilikan saham sebelumnya juga pernah diterapkan kepada Federer. Forbes melaporkan Federer memperoleh sekitar 2,5 persen saham On ketika meninggalkan Nike dan bergabung dengan perusahaan tersebut pada 2019.
Pasar merespons langkah On dengan hati-hati. Saham On di Amerika Serikat turun 0,3 persen dalam perdagangan yang berfluktuasi pada Jumat, menunjukkan sebagian investor belum sepenuhnya yakin terhadap ekspansi besar-besaran perusahaan ke sepak bola.
Keraguan tersebut muncul ketika On juga menghadapi tekanan di Amerika. Wilayah tersebut menyumbang lebih dari separuh pendapatan perusahaan, tetapi konsumen kini menghadapi inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
"Pertanyaannya adalah apakah kesepakatan ini sepadan dengan biayanya, yang tidak diragukan lagi tinggi," kata analis Morningstar, David Swartz.
On juga merekrut mantan bintang tim nasional Prancis, Thierry Henry, sebagai direktur bisnis sepak bola. Kehadiran dua figur besar dari Prancis itu diharapkan dapat membantu membangun kredibilitas On di industri sepak bola.
Namun, sejarah industri menunjukkan bahwa menggandeng atlet kelas dunia tidak otomatis menghasilkan dominasi pasar.
Under Armour, misalnya, pernah membangun kerja sama besar dengan bintang NBA Stephen Curry. Kemitraan tersebut membantu memperkuat posisi Under Armour di bola basket, tetapi tidak mencapai pengaruh budaya maupun skala komersial seperti yang dimiliki lini Jordan milik Nike. Under Armour dan Curry akhirnya sepakat mengakhiri kemitraan tersebut pada 2025.
Di Eropa, Under Armour juga pernah mencoba memperluas pengaruhnya di sepak bola. Namun, perusahaan tersebut tetap kesulitan menandingi dominasi Nike, Adidas, dan Puma.
"Kami melihat ini sebagai pengulangan dari kemitraan Under Armour dengan Curry: sebuah pengingat bahwa memiliki atlet elite saja tidak menjamin keberhasilan dalam sebuah kategori," kata Konik.
Meski demikian, kehadiran Mbappe memberikan satu keuntungan yang sulit diabaikan: kredibilitas dan visibilitas global.
Konsultan ritel independen Bruce Winder menilai kerja sama tersebut meningkatkan kredibilitas On di sepak bola. Langkah itu juga berpotensi menambah tekanan terhadap Nike yang masih berupaya mengembalikan momentum pertumbuhannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!