Kemarau Panjang, Kekeringan di Cilacap Meluas ke 76 Desa, 59.333 Orang Butuh Air Bersih
Sabtu, 19 Sep 2026, 13:35 WIBCILACAP - Dampak kekeringan akibat kemarau panjang di wilayah itu telah meluas ke 76 desa yang tersebar di 18 kecamatan berdasarkan data per 19 September 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Taryo mengatakan kondisi tersebut menyebabkan 28.323 keluarga atau 59.333 jiwa membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Jumlah total distribusi air bersih di Kabupaten Cilacap sebanyak 1.115 tangki atau setara dengan 5.692.000 liter yang sudah diterima oleh 28.323 keluarga atau 59.333 jiwa di 76 desa dan 18 kecamatan," katanya, Sabtu.
Pihaknya mencatat wilayah terdampak tersebar di Kecamatan Nusawungu, Jeruklegi, Gandrungmangu, Patimuan, Kampung Laut, Adipala, Wanareja, Kawunganten, Bantarsari, Cimanggu, Dayeuhluhur, Kedungreja, Sidareja, Cipari, Kroya, Kesugihan, Cilacap Tengah, dan Majenang.
Menurut dia, meluasnya dampak kekeringan tersebut berlangsung sejak Kabupaten Cilacap berada dalam status Awas Kekeringan Meteorologis berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah untuk Dasarian I September 2026 dan diperbarui untuk Dasarian II September 2026 atau periode 11-20 September 2026.
Dia mengatakan distribusi air bersih hingga saat ini berasal dari APBD Kabupaten Cilacap sebanyak 277 tangki atau setara 1.370.000 liter, sedangkan bantuan dari berbagai pihak melalui CSR mencapai 838 tangki atau 4.322.000 liter.
âHari ini (19/9), kami bersama sejumlah pihak kembali menyalurkan 18 tangki air bersih ke 13 desa di lima kecamatan,â katanya.
Ia mengatakan distribusi bantuan air bersih tersebut antara lain menyasar Desa Sidaurip dan Karanggintung di Kecamatan Gandrungmangu, Desa Jenang dan Bener di Kecamatan Majenang, Desa Pesahangan di Kecamatan Cimanggu, serta sejumlah desa di Kecamatan Jeruklegi dan Kawunganten.
Menurut dia, penyaluran bantuan air bersih juga didukung berbagai pihak, antara lain PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Lazismu Cilacap, PLTU Adipala Indonesia Power, PT SBI Tbk, Baznas Kabupaten Cilacap, S2P, serta organisasi dan lembaga lainnya.
âPMI Kabupaten Cilacap menjadi salah satu pihak yang memberikan dukungan terbesar dengan menyalurkan 268 tangki atau setara 1.340.000 liter air bersih,â katanya.
BPBD Kabupaten Cilacap terus melakukan pendistribusian air bersih berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak kekeringan dan mengoordinasikan bantuan dengan pemerintah desa serta pihak-pihak yang turut membantu penanganan dampak kekeringan.
Taryo juga mengimbau masyarakat terdampak kekeringan untuk menggunakan bantuan air secara bijak dan melaporkan kebutuhan air bersih kepada pemerintah desa untuk diteruskan kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui BPBD setempat.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hasil Liga Inggris: Michael Carrick Kecewa, Manchester United Hanya Imbang 1-1 Lawan Leeds
-
Kementerian PPPA Perkuat Perspektif Gender Terkait Isu Perdamaian
-
Joshua Zirkzee Jadi Penentu Kemenangan Belanda atas Serbia
-
Pemerintah Kabupaten Jember Menetapkan Lima Bangunan Bersejarah Jadi Cagar Budaya
-
KPK Duga Anggota DPRD Jateng Jadi Perantara Pemerasan Bupati Pemalang.
-
BMKG: Di Belitung Hujan Ringan setelah 69 Hari Tanpa Hujan
-
Antisipasi Sungai Kapuas Surut, Pertamina Tambah Armada Darat untuk Perkuat Distribusi BBM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.