Antisipasi Sungai Kapuas Surut, Pertamina Tambah Armada Darat untuk Perkuat Distribusi BBM

Selasa, 06 Okt 2026, 17:10 WIB

PONTIANAK - Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menambah 11 mobil tangki dan 28 awak untuk memperkuat distribusi BBM di Kalimantan Barat menyusul terganggunya akses kapal akibat surutnya Sungai Kapuas.

“Kami memahami ketidaknyamanan masyarakat yang harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan BBM. Tambahan armada dan awak mobil tangki telah dioperasikan untuk memperkuat pengiriman," kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun di Sintang, Selasa (6/10).

Ket. Foto: Sungai Kapuas surut — Sumber: antara foto

Dia mengatakan penguatan distribusi dilakukan untuk menjaga pasokan BBM, terutama ke wilayah Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, termasuk Putussibau.

Menurut dia, surutnya Sungai Kapuas menghambat akses kapal pengangkut BBM menuju Fuel Terminal (FT) Sintang sehingga berdampak terhadap penerimaan pasokan di terminal tersebut.

Untuk menjaga pelayanan, sebagian pasokan yang sebelumnya melalui FT Sintang dialihkan melalui jalur darat dari Integrated Terminal (IT) Pontianak. Penyesuaian tersebut meningkatkan aktivitas pengisian di IT Pontianak sekaligus memperpanjang waktu tempuh menuju sejumlah wilayah tujuan.

Hingga 6 Oktober 2026, tambahan armada telah dioperasikan secara bertahap untuk mendukung distribusi ke Kota Pontianak, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu. Pertamina juga mengoptimalkan operasional IT Pontianak selama 24 jam dengan penambahan petugas dan pengaturan giliran kerja.

Edi mengatakan jadwal pengiriman disesuaikan dengan kondisi persediaan di SPBU, kesiapan armada, kapasitas pengisian terminal, dan waktu tempuh. Faktor keselamatan awak mobil tangki, termasuk waktu istirahat, tetap menjadi perhatian dalam pengaturan distribusi.

Pertamina juga mengoptimalkan Terminal Penyangga Tayan-Sanggau yang telah beroperasi sejak 8 September 2026 untuk mendukung penyaluran Biosolar ke wilayah hulu Kalbar.

Melalui sistem direct loading, Biosolar dipindahkan langsung dari kapal ke mobil tangki untuk selanjutnya dikirim ke SPBU. Titik suplai tersebut membantu memperpendek jalur distribusi ke Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu, dan Putussibau.

Di Sintang, Pertamina turut mendukung pengaturan pelayanan Pertalite oleh pemerintah kabupaten melalui sistem ganjil-genap pada 1-7 Oktober 2026. Dukungan dilakukan melalui penyampaian jadwal pengisian serta pemeriksaan kesesuaian dokumen dan data kendaraan sesuai ketentuan.

Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan pengelola SPBU untuk mengevaluasi distribusi serta pelayanan. Masukan masyarakat, termasuk Forum Ikatan Supir Sintang saat bersilaturahmi ke FT Sintang pada 29 September, juga menjadi bahan evaluasi.

“Kami mengajak masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menyampaikan kendala kepada petugas agar dapat dibantu,” kata Edi.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.