Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belum Ada Upaya Serius Pemerintah untuk Perbaiki Kualitas Udara yang terus Memburuk

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Arie menekankan, salah satu perhatian utama dari asap kebakaran adalah keberadaan partikulat berukuran sangat kecil, terutama PM2.5. Partikel tersebut berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Karena itu, paparan asap kebakaran hutan perlu mendapat perhatian, terutama ketika konsentrasi partikulat di udara meningkat.

Dia mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak asap kebakaran agar menggunakan masker yang mampu menyaring PM2.5. Menurutnya, masker biasa tidak selalu memberikan perlindungan yang sama terhadap partikulat berukuran sangat kecil tersebut.

“PM2.5 ini ukurannya sangat kecil, jadi bisa masuk cukup jauh ke saluran pernapasan. Kalau kadarnya sedang tinggi karena asap kebakaran, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai.”

Dalam konteks pencemaran udara, lanjutnya, kebakaran hutan dan lahan termasuk salah satu sumber pencemar kawasan. Emisi dari pembakaran dapat memengaruhi kualitas udara ambien dan menambah beban polutan di atmosfer.

Karena itu, pemantauan kualitas udara menjadi penting ketika terjadi kebakaran dalam skala besar. Masyarakat di wilayah yang mengalami peningkatan konsentrasi partikulat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Luar Negeri
Dubes: Imam Bukhari Jadi Si...
Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 09 Okt...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.