Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengalihan Anggaran dari Daerah Lain, Kementan Bakal Cetak 7.000 Hektare Sawah Raksasa di Mimika

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 02:35 WIB | Oleh:
Pengalihan Anggaran dari Daerah Lain, Kementan Bakal Cetak 7.000 Hektare Sawah Raksasa di Mimika Doc: ANTARA/Marselinus Nara
Ket. Kepala Dinas DTPHP Mimika Abdul Haris Sudarmono.

TIMIKA - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Mimika, Provinsi Papua Tengah menyebutkan bahwa seluas 7.000 hektare sawah siap di cetak oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI di sejumlah titik di wilayah itu.

Kepala Dinas DTPHP Mimika Abdul Haris Sudarmono di Timika, Senin mengatakan desain rencana cetak sawah di Mimika tersebut telah dilakukan salah satu kampus di Indonesia yang mendapatkan kontrak dari Kementerian Pertanian.

"Desainnya sudah selesai dan sudah ditandatangani oleh Pak Bupati Mimika artinya kepala daerah mendukung program ini" ujarnya

7.000 hektare sawah itu rencananya akan dicetak di beberapa distrik di wilayah Mimika. Lokasi terluas nantinya berada Distrik Iwaka mencakup kawasan transmigrasi SP 5,SP 6, SP 7, SP 9 . Sejumlah lokasi di wilayah itu sebelumnya juga telah dilakukan cetak sawah namun tidak dimanfaatkan lagi sehingga dapat dibuka kembali.

Selain Distrik Iwaka , Distrik Mimika Timur seperti wilayah Mapurujaya juga menjadi salah satu lokasi yang digunakan untuk mencetak sawah.

"Dimana tanah masyarakat yang mau bertani sawah kita bukakan lahan sawah," ujarnya

Ia mengatakan tidak ada ganti rugi lahan kepada masyarakat dalam program ini, karena lahan yang dipakai untuk mencetak sawah tersebut adalah lahan milik masyarakat yang meminta untuk di cetakan lahan sawah.

"Lahan itu tetap jadi milik warga karena itu lahannya mereka dan nanti mereka yang mengelola sawahnya. Kami berharap tahun ini sudah berjalan karena terakhir kami mengikuti Raker di Sorong dikatakan bahwa Mimika siap karena banyak penolakan di daerah lain sehingga dananya dialihkan ke Mimika" ujarnya.

Ia mengatakan DTPHP Mimika juga telah mengusulkan petani di Mimika yang lahannya akan digunakan untuk mencetak sawah.

"Sebelum dilakukan desain kemarin kami membuat yang namanya Calon Petani Calon Lahan (CPCL) dan kami sudah usulkan ke pusat untuk dibukankan lahan sawah," ujarnya.

Lahan tersebut bukan hanya di cetak sawah namun akan di bangun jaringan saluran irigasi, para petani juga akan mendapat peralatan dan mesin pertanian moderen , benih hingga pupuk.

"Bahkan nanti hasilnya juga akan ditampung oleh pemerintah melalui Bulog, itu yang disampaikan oleh pemerintah pusat kepada kami," ujarnya.

Padi yang akan ditanam di lahan tersebut adalah padi sawah. Ia berharap program cetak sawah di Mimika ini mendapatkan dukungan dari masyarakat Mimika.

Program cetak sawah merupakan program dari Kementerian Pertanian RI yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang diprioritaskan oleh pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
Advertisement
Kacau, Malaysia dan Vietnam Melontarkan  Rencana Pembunuhan atas Keluarga Justin Hubner

Kacau, Malaysia dan Vietnam Melontarkan  Rencana Pembunuhan atas Keluarga Justin Hubner

06 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.