Dari Tunai ke Pindai: QRIS Jadi Motor Baru UMKM Wisata Perbatasan Temajuk
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 04:18 WIB | Oleh: Opik
Puput Erwandi, pengelola Homestay Teluk Atong Bahari menerima pembayaran dengan QRIS dari salah satu wisatawan asal Pontianak (Antara/Rendra Oxtora)
Wisata dan QRIS
Pertumbuhan pariwisata di Temajuk kemudian membawa perubahan lain yang mungkin tidak terlihat secara kasatmata. Di homestay dan tempat wisata di Temajuk, transaksi tunai mulai mendapat alternatif melalui alat pembayaran QRIS.
Pengelola Homestay Teluk Atong Temajuk, Puput Erwandi, mengatakan lebih dari 60 persen pengunjung kini memilih bertransaksi menggunakan QRIS.
Bagi pelaku usaha, perubahan tersebut terlihat sederhana. Wisatawan cukup memindai kode QR, memasukkan nominal pembayaran dan transaksi selesai.
Namun, di kawasan perbatasan, penggunaan QRIS memiliki makna yang lebih luas.
Temajuk berada di wilayah yang berhadapan langsung dengan Malaysia. Mobilitas orang dan aktivitas ekonomi lintas negara membuat transaksi menggunakan mata uang asing menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat perbatasan.
Karena itu, ketika wisatawan membayar jasa penginapan atau membeli produk lokal menggunakan QRIS, transaksi tersebut tidak sekadar menjadi lebih praktis. Ada kepentingan yang lebih besar, yaitu memastikan transaksi ekonomi di wilayah Indonesia tetap berada dalam ekosistem pembayaran yang menggunakan rupiah.
Puput mengatakan QRIS tidak hanya digunakan oleh wisatawan domestik, tetapi juga dapat dimanfaatkan wisatawan mancanegara dan di titik inilah teknologi pembayaran bertemu dengan konsep kedaulatan mata uang.
Pariwisata membawa orang dari luar daerah bahkan dari luar negeri masuk ke Temajuk. QRIS kemudian menjadi jembatan transaksi yang memungkinkan kegiatan ekonomi berlangsung secara digital tanpa harus mengubah aktivitas tersebut menjadi penggunaan mata uang asing secara langsung.
Wajah ekonomi baru perbatasan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Doni Septadijaya mengatakan posisi Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia memberikan peluang besar bagi pengembangan transaksi digital lintas negara. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah merchant QRIS di Kalimantan Barat yang saat ini mencapai 552.673 atau tumbuh 28,94 persen secara tahunan.
Sebanyak 74,17 persen di antaranya merupakan pelaku usaha mikro. Nilai transaksi QRIS hingga periode yang sama mencapai Rp6,5 triliun, tumbuh 112,04 persen secara tahunan. Sementara volume transaksi mencapai 62,9 juta transaksi atau tumbuh 131,97 persen, dengan jumlah pengguna mencapai 875,4 ribu orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa QRIS telah berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!