Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggota DPR Minta Bulog Optimalkan Penyerapan Hasil Petani dan Nelayan

27 Selasa, 15 Sep 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Anggota DPR Minta Bulog Optimalkan Penyerapan Hasil Petani dan Nelayan Anggota DPR Minta Bulog Optimalkan Penyerapan Hasil Petani dan Nelayan Doc: ANTARA/Adeng Bustomi
Ket. Foto udara petani memanen padi di Desa Darmaraja, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (23/8).

JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional tidak boleh hanya diukur dari seberapa banyak komoditas yang tersimpan di gudang Perum Bulog.

"Bukan hanya memastikan stok pangan tersedia, tetapi bagaimana hasil produksi petani dan nelayan juga bisa terserap dengan baik," kata Saleh di Jakarta, Senin (14/9).

Menurut dia, peningkatan produksi tidak justru berujung pada penurunan harga di tingkat produsen, kerugian, hingga terbuangnya hasil pangan.

Rahmat mengatakan bahwa penyerapan hasil produksi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan kebutuhan pangan masyarakat.

Ketika hasil panen atau produksi tidak memiliki kepastian pasar, maka kata Rahmat petani dan nelayan dapat menghadapi tekanan harga saat pasokan melimpah.

"Jangan sampai produksi meningkat, tetapi tidak ada kepastian pasar bagi produsen," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap pendapatan petani dan nelayan. Harga yang jatuh ketika hasil produksi tidak terserap dapat membuat biaya produksi sulit tertutup.

”Untuk komoditas tertentu yang mudah rusak, lemahnya penyerapan juga meningkatkan risiko hasil produksi terbuang,” sebutnya.

Dalam jangka panjang, persoalan itu dapat mempengaruhi keberlanjutan produksi pangan. Petani dan nelayan yang tidak memperoleh kepastian dari hasil produksinya akan menghadapi semakin besar risiko untuk mempertahankan maupun meningkatkan usaha.

"Karena itu, Bulog perlu menjalankan fungsi penyerapan secara optimal, bersamaan dengan upaya menjaga ketersediaan komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, gula, daging, telur, dan pangan lainnya,” katanya.

Rahmat juga turut menyoroti pentingnya stabilisasi harga dan pasokan secara tepat sasaran, terutama ketika terjadi kelangkaan, kenaikan harga yang tinggi, bencana alam, atau gangguan distribusi.

Di sisi lain, sinergi pemerintah pusat dan daerah dengan Bulog, BUMN pangan, petani, nelayan, koperasi, dan pelaku usaha perlu diperkuat melalui sistem data pangan yang terintegrasi.

"Data yang terintegrasi penting supaya pengadaan dan penyaluran bisa lebih efektif. Kita harus bisa melihat kebutuhan pasar sekaligus memastikan hasil produksi petani dan nelayan terserap," ucapnya.

Dengan demikian, ketahanan pangan bukan hanya soal memenuhi gudang dengan stok.

"Sistem pangan yang sehat juga harus memastikan orang yang memproduksi pangan memperoleh kepastian pasar dan penghasilan yang layak dari hasil kerjanya," katanya menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Xi Jinping Buka Pertemuan Penting PKT

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Xi Jinping Buka Pertemuan P...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.