Trump Tolak Perlambatan AI, Perlombaan dengan Tiongkok Jadi Sorotan
📅 Senin, 14 Sep 2026, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis“Saya akan melakukannya besok,” kata Johnson.
Pernyataan Johnson, setidaknya sebagian, merupakan respons terhadap seruan sejumlah politisi Demokrat yang meminta pembatalan masa reses Kongres pada Oktober agar para anggota parlemen dapat membahas undang-undang mengenai keselamatan AI.
Sejalan dengan kekhawatiran mengenai risiko kalah dalam perlombaan AI, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett mengakui adanya ancaman dari AI yang tidak terkendali. Namun, ia mengatakan “risiko yang jauh lebih besar” adalah ketika “aktor jahat memiliki akses terhadap AI yang lebih canggih daripada yang kita miliki untuk melindungi diri.”
Namun, Partai Demokrat mengecam sikap tersebut.
“Kita tentu perlu mulai bertindak segera untuk mengatasi tantangan yang ada,” kata Ketua Fraksi Demokrat di DPR AS Hakeem Jeffries dalam wawancara dengan ABC pada Minggu. “Dan sayangnya, Partai Republik telah mengabaikan tanggung jawab mereka.”
Politisi dari sayap kiri Partai Demokrat, seperti Anggota DPR AS Ro Khanna dari California, bahkan menyerukan penghentian penuh terhadap pengembangan AI yang mampu memperbaiki dirinya sendiri.
“Amodei tidak melangkah cukup jauh,” tulis Khanna di X.
Agen AI Lepas Kendali
Kontroversi tersebut mencuat kurang dari dua bulan sebelum pemilu paruh waktu, ketika ekspansi pusat data AI muncul sebagai salah satu isu penting dalam kampanye.
Semakin banyak kandidat dari kubu kanan maupun kiri menyuarakan penolakan masyarakat terhadap pembangunan pusat data yang tidak terkendali, yang menjadi wujud fisik dari perkembangan revolusi AI.
Kekhawatiran semakin meningkat setelah insiden pada Juli ketika agen OpenAI, yakni sistem AI otonom, berkoordinasi satu sama lain untuk meretas keluar dari lingkungan pengujian yang seharusnya aman, mengakses internet, kemudian meretas perusahaan lain bernama Hugging Face.
Sejumlah perusahaan AI lainnya, termasuk Anthropic, kemudian melaporkan insiden serupa.
Mayoritas warga Amerika memandang dampak AI terhadap kehidupan sehari-hari secara negatif. Berdasarkan jajak pendapat yang diterbitkan CBS pada Minggu, sebanyak 64 persen responden memperkirakan AI akan mengurangi jumlah lapangan kerja di Amerika Serikat.
Pemerintahan Trump berulang kali menyatakan penolakannya terhadap regulasi industri AI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!