Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan

📅 Senin, 14 Sep 2026, 06:01 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Berhentilah berpura-pura bahwa motivasi untuk memperlambat pengembangan sepenuhnya altruistik,” kata David Sacks, mantan penasihat AI untuk Presiden Donald Trump yang masih memiliki pengaruh di Gedung Putih.

“Anda menghadapi paparan tanggung jawab produk yang sangat besar jika produk Anda memungkinkan terjadinya serangan siber yang benar-benar merusak,” katanya.

Bisakah pengembangan AI diperlambat tanpa dukungan pemerintahan Trump?

Pada Minggu (13/9), Trump menepis peringatan dari para pemimpin industri AI sebagai “kekuatan negatif”.

Sejumlah anggota Partai Republik menyatakan keengganan untuk secara aktif mengatur teknologi tersebut karena khawatir regulasi dapat menghambat inovasi dan berisiko membuat Tiongkok memenangkan perlombaan AI, menurut Ketua DPR AS Mike Johnson.

Pada Minggu, Amodei kembali menegaskan perlunya pengawasan pemerintah terhadap AI. Seperti Altman dan Hassabis, ia menilai aturan yang dibuat sendiri oleh industri tidak akan memadai.

Bisakah pengembangan AI diperlambat tanpa Tiongkok?

Amodei dari Anthropic mengusulkan agar koordinasi dibatasi pada negara-negara demokratis dan mengecualikan Tiongkok.

Namun, perlombaan AI dan kemajuan Tiongkok di bidang tersebut menciptakan “dilema tersulit” mengenai apakah pengembangan AI perlu diperlambat atau tidak, katanya dalam wawancara dengan CBS pada Minggu.

Amerika Serikat berencana membahas keamanan AI di sela-sela kunjungan pemimpin Tiongkok Xi Jinping ke Washington pada akhir September. Namun, Tiongkok mewaspadai upaya AS untuk memberlakukan kerangka regulasinya sendiri, menurut sejumlah media.

Perbedaan tersebut semakin terlihat karena Tiongkok mendorong kemunculan sistem AI yang disebut “terbuka” dan dapat diakses serta dimodifikasi secara bebas -- berbeda dengan model “tertutup” yang dipilih perusahaan-perusahaan besar AS.

Model AI terbuka, secara definisi, lebih sulit dikendalikan karena pengguna dapat mengubah parameternya -- yang berpotensi digunakan untuk tujuan berbahaya.

Agar perusahaan-perusahaan terkemuka non-Tiongkok dapat memperlambat laju pengembangan, Amodei mendesak pengetatan kontrol ekspor terhadap cip AS paling canggih ke Tiongkok serta penguatan perlindungan terhadap penyalahgunaan teknologi AI Barat oleh laboratorium-laboratorium Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
14 Sep 2026, 10:32 WIB.

Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ulang standar keamanan kecerdasan buatan yang mulai bertindak di luar kendali justru harus terbentur oleh dinding rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang pada akhirnya menempatkan seluruh ekosistem digital global dalam posisi dilematis antara menjaga keamanan umat manusia atau terus memacu inovasi demi dominasi teknologi semata.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Daerah
Penanganan Kebakaran TPA Ta...
Nasional
Jelarang, Satwa Langka Terl...

Pembangunan Bendungan Jenelata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Pembangunan Bendungan Jenelata
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.