Sabalenka Kontra Rybakina, Dua Karakter Berbeda, Api dan Es Berebut Gelar US Open
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 00:20 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBagi Rybakina, final ini menjadi kesempatan untuk semakin mengukuhkan dirinya sebagai bagian dari elite tenis putri. Gelar di New York akan menjadi Grand Slam ketiganya setelah merebut Wimbledon 2022 dan Australian Open tahun ini.
Perjalanan petenis kelahiran Rusia tersebut menuju final juga cukup luar biasa. Cedera pergelangan kaki sempat mengancam keikutsertaannya di US Open sebelum turnamen dimulai. Namun, ia mampu mengatasi persoalan tersebut dan justru melangkah hingga partai puncak sekaligus memastikan posisi nomor satu dunia.
Sejak final Australian Open, momentum persaingan mulai sedikit berubah. Sabalenka berhasil mengalahkan Rybakina dalam dua pertemuan berikutnya di Indian Wells dan Miami.
Dua kemenangan tersebut membantu Sabalenka meraih Sunshine Double dengan menjuarai kedua turnamen pada Maret.
“Kami sudah sering bermain melawan satu sama lain dan juga beberapa kali berlatih bersama,” kata Rybakina.
“Dia pemain yang sangat agresif. Sulit menghadapinya secara mental dan fisik karena dia memiliki permainan dan servis yang besar.”
Rybakina menyadari bahwa detail kecil kemungkinan akan menentukan hasil final.
“Saya harus datang dengan seluruh energi yang saya miliki, mengandalkan servis terbaik dan mengambil keputusan yang tepat pada momen yang tepat. Sebagian besar pertandingan kami selalu berlangsung ketat. Di situlah keputusan bisa membuat perbedaan.”
Melihat perjalanan mereka di Flushing Meadows, Sabalenka sedikit lebih diunggulkan. Ia baru kehilangan satu set sepanjang turnamen dan tampil meyakinkan ketika mengalahkan Jessica Pegula 7-5, 6-2 di semifinal.
“Saya sangat mencintai New York. Saya senang berada di sini dan menyukai energi kota ini,” kata Sabalenka.
“Saya pikir itulah yang mendorong saya. Itu yang benar-benar menginspirasi dan membuat saya terus berjuang.”
Rybakina harus bekerja lebih keras untuk mencapai final. Ia mengalahkan Coco Gauff 3-6, 6-4, 6-4 di semifinal, tetapi petenis Kazakhstan itu tetap tenang menghadapi tekanan.
Bahkan, Rybakina menegaskan tidak akan membiarkan hasil final menentukan pandangannya terhadap karier.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!