Sabalenka Kontra Rybakina, Dua Karakter Berbeda, Api dan Es Berebut Gelar US Open
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 00:20 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK — Dua petenis dengan karakter bertolak belakang akan bertemu dalam final US Open 2026, Minggu (13/9) dini hari WIB. Aryna Sabalenka membawa emosi dan energi besar, sementara Elena Rybakina hadir dengan ketenangan yang nyaris tak tergoyahkan.
Keduanya sama-sama dikenal memiliki pukulan keras dan servis mematikan. Namun, gaya mereka di lapangan sangat berbeda. Sabalenka tampil penuh gairah dan kerap memanfaatkan energi penonton untuk membangkitkan permainannya. Sebaliknya, Rybakina dikenal dingin, tenang, dan jarang menunjukkan perubahan emosi.
Pertarungan di Arthur Ashe Stadium bukan hanya memperebutkan trofi US Open, tetapi juga mempertaruhkan posisi nomor satu dunia.
Sabalenka memburu gelar US Open ketiga secara beruntun, sesuatu yang terakhir kali dilakukan Serena Williams pada 2014. Namun, Rybakina datang dengan kepastian bahwa mulai Senin ia akan mengambil alih posisi nomor satu dunia dari Sabalenka.
Final ini juga menjadi pertemuan ketiga mereka di partai puncak Grand Slam. Dalam dua pertemuan sebelumnya di Australian Open, keduanya berbagi kemenangan. Sabalenka menjadi juara pada 2023, sebelum Rybakina membalasnya dengan kemenangan tahun ini.
“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit,” kata Sabalenka, yang unggul tipis 10-7 dalam rekor pertemuan melawan Rybakina.
“Dia memiliki servis yang sangat kuat dan permainan dari baseline-nya berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit secara fisik maupun mental.”
Sabalenka memastikan dirinya siap menghadapi duel penuh tekanan tersebut.
“Tetapi saya siap bertarung. Saya siap melakukan apa pun untuk meraih kemenangan. Saya sangat antusias menghadapi pertandingan ini.”
Final Sabalenka dan Rybakina juga membawa latar belakang geopolitik. Sabalenka berasal dari Belarusia, sementara Rybakina lahir di Russia sebelum memilih membela Kazakhstan.
Latar belakang tersebut menjadi sorotan karena berlangsung di tengah perang Rusia-Ukraina dan peran Belarusia sebagai salah satu wilayah yang digunakan dalam invasi Russia ke Ukraina pada 2022.
Namun, Sabalenka berusaha menjaga fokus pada tenis. Jika berhasil mempertahankan gelar di New York, petenis Belarusia berusia 28 tahun itu akan mengoleksi lima gelar Grand Slam, sekaligus menyamai pencapaian Maria Sharapova dan Martina Hingis.
Pertarungan keduanya selama ini menghasilkan sejumlah laga paling menarik di tur putri. Kekuatan pukulan mereka nyaris berimbang, tetapi pendekatan mental sangat berbeda.
Sabalenka kerap larut dalam emosi dan mendapatkan energi tambahan dari reaksi penonton. Rybakina, sebaliknya, hampir selalu mempertahankan ekspresi tenang, bahkan ketika pertandingan berada dalam situasi paling menegangkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!