Pemkab Sambas Dorong PLB Temajuk Naik Status, Pariwisata Perbatasan Jadi Andalan
Minggu, 13 Sep 2026, 13:40 WIBPontianak - Pemerintah Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, terus mendorong peningkatan konektivitas dan akses kunjungan ke Desa Temajuk agar kawasan wisata perbatasan tersebut semakin maju, salah satunya dengan mengusulkan peningkatan status Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk (Sambas) dengan Telok Melano (Sarawak).
"Untuk memaksimalkan potensi wisata perbatasan di Temajuk memang membutuhkan peningkatan konektivitas dan perubahan status pos lintas batas untuk membuka akses kunjungan lebih luas," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperinda) Kabupaten Sambas Serli di Sambas, Minggu (13/9).
Ia mengatakan Temajuk yang berbatasan langsung dengan Telok Melano, Sarawak, Malaysia, kini memiliki PLB yang kembali diaktifkan pada Agustus 2026. Keberadaan akses tersebut membuka peluang pengembangan aktivitas ekonomi, perdagangan, dan pariwisata lintas negara.
Namun, pelaku dan pemangku kepentingan pariwisata di kawasan tersebut berharap pengembangan Temajuk tidak berhenti pada pengoperasian PLB. Peningkatan status menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) serta pembangunan infrastruktur penghubung dinilai penting agar potensi wisata dapat berkembang lebih optimal.
Serli menilai pembangunan kawasan Temajuk perlu dilakukan secara terintegrasi. Pengembangan infrastruktur, ekonomi, pariwisata, dan kawasan perbatasan harus ditempatkan dalam satu perencanaan agar pertumbuhan yang terjadi tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Kebutuhan konektivitas menjadi semakin penting karena Temajuk tidak hanya diproyeksikan sebagai kawasan perbatasan, tetapi juga sebagai salah satu destinasi wisata yang dapat menghubungkan potensi ekonomi lokal dengan pasar yang lebih luas," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Sambas Dedy menilai Temajuk memiliki modal wisata yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan. Kawasan tersebut memiliki potensi wisata pantai, alam, dan bahari yang dapat dikemas menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pengembangan tersebut, kata dia, membutuhkan akses transportasi yang lebih mudah dan nyaman. Semakin baik konektivitas menuju Temajuk, semakin besar peluang wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak terhadap usaha penginapan, kuliner, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian Kabupaten Sambas Hermanto melihat keterbukaan akses perbatasan sebagai peluang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha lokal.
Menurut dia, meningkatnya mobilitas masyarakat dari kedua negara harus diikuti kesiapan produk dan layanan ekonomi lokal sehingga keberadaan kawasan perbatasan dapat memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Sementara itu, pejabat yang mewakili Badan Perbatasan Daerah Kabupaten Sambas, Aspan Iskandar, menilai peningkatan kualitas pelayanan lintas batas menjadi bagian penting dalam mendorong Temajuk sebagai beranda depan negara sekaligus pintu masuk aktivitas ekonomi dan pariwisata.
PLB Temajuk-Telok Melano sendiri telah diaktifkan kembali pada 21 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya membuka akses ekonomi dan pariwisata bagi masyarakat Indonesia dan Malaysia.
Pemerintah Kabupaten Sambas sebelumnya juga mendorong pembangunan kawasan Temajuk secara terintegrasi, termasuk konektivitas dengan Telok Melano, agar kawasan perbatasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.
Dengan potensi wisata dan posisi strategis di perbatasan Malaysia, Temajuk dinilai memiliki peluang menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru Kabupaten Sambas. Karena itu, peningkatan status perbatasan dan pembangunan infrastruktur konektivitas menjadi kebutuhan untuk memastikan potensi tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.