Pelaku Wisata Temajuk Minta Pembukaan PLBN dan Jembatan Cermai

Minggu, 13 Sep 2026, 16:16 WIB

PONTIANAK -- Pelopor pariwisata Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Atong berharap perubahan status Pos Lintas Batas (PLB) menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan pembangunan jembatan Sungai Cermai segera direalisasikan untuk memperkuat akses wisatawan.

"Kalau PLBN dibuka, harapan kami wisatawan Malaysia bisa datang ke Temajuk dan sekaligus melanjutkan perjalanan ke Melano, Malaysia. Jadi bisa menjadi satu paket wisata lintas negara," kata Atong yang juga tokoh masyarakat Desa Temajuk dihubungi dari Pontianak, Minggu.

Ket. Foto: Sunset di Teluk Atong Bahari Desa Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat menjadi daya tarik utama wistawan yang berkunjung ke tempat wisata perbatasan tersebut. — Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora

Ia mengatakan peningkatan konektivitas menjadi kebutuhan penting karena potensi wisata desa perbatasan tersebut cukup besar, tetapi masih terkendala akses menuju kawasan.

Menurut dia, perubahan status Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk menjadi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan membuka peluang lebih besar bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, untuk berkunjung ke Temajuk.

Atong mengatakan konsep wisata lintas negara tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di kedua wilayah sekaligus membuka pasar baru bagi pelaku usaha lokal di Temajuk.

"Belum lama ini, ada rombongan riders dari Malaysia melintasi Telok Melano dan hendak ke Temajuk melalui PLB, padahal mereka memiliki paspor, namun tidak bisa masuk karena sementara ini PLB hanya bisa dilintasi oleh masyarakat sekutar, sehingga hal ini tentu menghambat pengembangan pariwisata di dua negara," kata dia.

Atong menambahkan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Temajuk, juga harus di dukung dengan peningkatan akses transportasi, terutama pembangunan jembatan Sungai Cermai yang selama ini menjadi kendala perjalanan menuju Temajuk.

Ia mengatakan keberadaan jembatan akan memperpendek waktu tempuh dan membuat akses menuju Temajuk lebih mudah, baik bagi masyarakat maupun wisatawan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

"Kalau jembatan sudah tersambung, dari Tebas sampai Temajuk akan lebih cepat dan aksesnya lebih jelas. Ini sangat penting untuk mendorong pariwisata,” katanya.

Menurut Atong, kondisi Temajuk yang berada di ujung wilayah Kalimantan Barat membuat perjalanan menuju kawasan tersebut memiliki tantangan tersendiri dibandingkan destinasi yang berada di tengah jalur utama.

Kendala akses tersebut turut memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan dari luar daerah. Saat ini, kunjungan masih didominasi wisatawan lokal, sementara wisatawan mancanegara belum sebanyak ketika promosi wisata perbatasan mulai berkembang.

Atong menilai pengembangan akses dan pembukaan konektivitas lintas batas dapat memberikan dampak berantai terhadap ekonomi masyarakat, mulai dari homestay, kuliner, transportasi, perdagangan hingga usaha jasa wisata.

Ia mengatakan masyarakat juga terus mempersiapkan diri menyambut peningkatan kunjungan dengan mengembangkan homestay dan fasilitas pendukung wisata secara bertahap.

“Kami sebenarnya sudah siap. Kami bekerja sambil belajar. Kalau masih ada kekurangan, nanti bisa dibenahi sedikit demi sedikit,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Baperinda Sambas Serli mengatakan pihaknya saat ini juga sedang mendorong agar status PLB Temajuk bisa meningkat menjadi PLBN, agar pengembangan potensi wisata di Temajuk bisa lebih di maksimalkan.

"Saat ini, dengan status PLB, hanya bisa dilintasi oleh masyarakat di sekitar kecamatan Paloh dan Melano di Malaysia. Jika statusnya sudah menjadi PLBN, tentu masyarakat yang memiliki paspor dari manapun bisa melintas dan mengakses dua lokasi wisata sekaligus baik di Paloh, maupun di Melano Malaysia," ujar dia.

Serli menambahkan Pemkab Sambas juga sudah membuat Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk pengembangan kawasan Temajuk, dan berharap hal itu bisa didukung segera oleh Pemprov Kalbar maupun Pemerintah Pusat.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.