PGE Raih 13 Penghargaan ENSIA 2026, Borong Apresiasi Inovasi Lingkungan dan Sosial.

Sabtu, 12 Sep 2026, 06:12 WIB

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meraih 13 penghargaan pada kategori Paper Inovasi Lingkungan dan Inovasi Sosial dalam ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang diselenggarakan PT Sucofindo (Persero) di Bali.

Capaian tersebut terdiri atas empat penghargaan Platinum, lima Gold, tiga Silver, dan satu penghargaan Inovasi Khusus. Penghargaan diraih lima wilayah operasi PGE, yakni Area Kamojang, Karaha, Lahendong, Lumut Balai, dan Ulubelu, dengan topik mulai dari penurunan emisi, efisiensi air, pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, hingga inovasi sosial.

Ket. Foto: PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meraih 13 penghargaan ENSIA 2026 untuk kategori inovasi lingkungan dan sosial yang digelar Sucofindo di Bali. — Sumber: PGE

Penghargaan diberikan atas inovasi yang dinilai berdampak nyata, dapat diukur, dan melibatkan masyarakat secara langsung, sejalan dengan tema ENSIA 2026, “Innovation for Sustainable Business and Resilient Community”. Sebagian besar program yang diajukan PGE merupakan inisiatif yang telah berjalan di wilayah operasi dan dikembangkan bersama warga setempat.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyampaikan bahwa capaian ini menandakan upaya keberlanjutan perusahaan berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Bagi kami, keberlanjutan tidak terpisah dari bisnis energi bersih, karena keduanya berjalan bersamaan. PGE tumbuh dari, bersama, dan untuk Indonesia, dan itu terlihat dari cara panas bumi bekerja, bukan di kota besar, melainkan langsung di daerah. Di sanalah manfaatnya dirasakan nyata, mulai dari lapangan kerja dan peningkatan nilai produk lokal, hingga kontribusi terhadap pembangunan daerah dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Menurut Ahmad Yani, sebaran penghargaan di lima area menunjukkan program lingkungan dan sosial PGE berjalan merata, tidak terpusat di satu lokasi. Ia menambahkan, panas bumi memiliki karakter yang memungkinkan terciptanya multiplier effect konkret di daerah. Selain memasok listrik base load yang bersih, panas bumi membuka pemanfaatan langsung (direct use) untuk pertanian, pengolahan hasil panen, dan usaha mikro masyarakat.

Sejumlah program pemberdayaan PGE yang memanfaatkan energi panas bumi telah berjalan di berbagai wilayah operasi, antara lain pengeringan hasil pertanian, rumah kaca geothermal, hingga pengolahan kopi yang produknya menjangkau pasar ekspor dan melibatkan ratusan keluarga petani.

Ke depan, PGE akan melanjutkan replikasi program-program yang telah terbukti berjalan ke wilayah operasi lain, memperkuat pengukuran dampak sosial dan lingkungan, serta memperluas pemanfaatan langsung panas bumi agar manfaatnya menjangkau lebih banyak masyarakat.

Ahmad Yani juga menyampaikan apresiasi kepada PT Sucofindo (Persero) selaku penyelenggara ENSIA 2026, serta kepada dewan juri, mitra masyarakat, dan pemerintah daerah di sekitar wilayah operasi.

"Terima kasih kepada Sucofindo yang konsisten menyediakan ruang bagi perusahaan untuk saling belajar soal inovasi lingkungan dan sosial. Penghargaan ini kami terima sebagai catatan bahwa arah yang kami tempuh sudah tepat, sekaligus pengingat bahwa masih banyak yang bisa dikerjakan bersama masyarakat," tambah Ahmad Yani.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.