• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dirilis Sehari Setelah iPh...

Dirilis Sehari Setelah iPhone Duo, Xiaomi 18 Fold Mempermalukan Apple dengan Kamera Leica dan Baterai 6.000 mAh, Juga Sempurna untuk Menonton The Odyssey

Sabtu, 12 Sep 2026, 00:00 WIB

Apple baru saja memasuki dunia ponsel lipat lewat iPhone Duo pada 9 September 2026. Namun, hanya sehari kemudian, Xiaomi datang membawa Xiaomi 18 Fold dengan pendekatan yang membuat persaingan terasa jauh lebih sengit.

Xiaomi 18 Fold, secara resmi dirilis di China pada 7 September 2026 dan mulai dijual perdana pada 10 September 2026. Diduga dengab perilisan 18 Fold yang hampir bersamaan dengan Duo, menunjukkan Xiaomi mungkin telah mengantongi tanggal rilis Apple, atau setidaknya telah siap meluncurkan hanya menunggu momen yang tepat dengan produk milik brand yang kini dinahkodai oleh CEO baru, John Ternus itu. 

Ket. Foto: Saat Xiaomi membawa Leica ke sebuah ponsel lipat, yang ditawarkan bukan hanya angka 200 megapiksel, namun ada upaya membawa karakter fotografi kamera premium ke perangkat yang bisa dilipat dan dimasukkan ke saku. — Sumber: Istimewa

Jika iPhone Duo merupakan debut Apple di kelas ponsel lipat, Android sudah punya pengalaman sekitar 7 tahun sebelum Apple masuk lewat Duo. 

Dan kini, Xiaomi 18 Fold datang dengan sesuatu yang sudah menjadi kekuatan kubu Android: spesifikasi agresif, baterai besar, layar lebar, dan kamera yang menggandeng nama besar dunia fotografi, Leica.

Di atas kertas saja, Xiaomi sudah punya bahan untuk membuat Apple sedikit berkeringat.

Xiaomi 18 Fold membawa baterai silikon-karbon berkapasitas 6.000 mAh, lengkap dengan pengisian cepat 67W melalui kabel dan 50W secara nirkabel. Sementara itu, iPhone Duo menawarkan daya tahan hingga 24 jam untuk penggunaan campuran dua layarnya dan pengisian hingga 50 persen dalam sekitar 20 menit.

Baterai memang bukan satu-satunya ukuran kualitas sebuah ponsel, tetapi selama bertahun-tahun kapasitas dan daya tahan baterai menjadi salah satu titik yang sering membuat ponsel Android terlihat lebih unggul dibanding iPhone. Xiaomi kini membawa keunggulan tersebut ke perangkat lipat yang layarnya jauh lebih besar.

Dan untuk ponsel yang pada dasarnya juga bisa berfungsi seperti tablet mini, kapasitas 6.000 mAh terasa sangat masuk akal.

Leica: Bukan Sekadar Tempelan Nama

Kemudian ada kamera. Xiaomi 18 Fold membawa sistem kamera belakang yang dikembangkan bersama Leica, dengan kamera utama 200 megapiksel dan kamera telefoto 50 megapiksel.

Bagi pembaca yang tidak terlalu mengikuti dunia fotografi, Leica bukan sekadar merek yang ditempelkan pada modul kamera untuk mempercantik spesifikasi.

Leica merupakan salah satu nama legendaris dalam industri kamera. Perusahaan asal Jerman itu memiliki sejarah panjang sejak memperkenalkan kamera 35mm pada 1925 dan dikenal melalui tradisi kualitas optik, rekayasa presisi, desain industri, serta fotografi kelas premium. Xiaomi sendiri secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Leica sejak 2022.

Dalam konteks smartphone, Leica menjadi salah satu nama yang membuat kamera ponsel Xiaomi memiliki daya tarik berbeda.

Di ranah kamera smartphone premium, nama Leica bahkan bisa ditempatkan dalam lingkaran yang sangat terbatas bersama Hasselblad, yang juga telah lama digunakan sebagai mitra fotografi oleh sejumlah produsen ponsel Android.

Artinya, ketika Xiaomi membawa Leica ke sebuah ponsel lipat, yang ditawarkan bukan hanya angka 200 megapiksel.

Ada upaya membawa karakter fotografi kamera premium ke perangkat yang bisa dilipat dan dimasukkan ke saku.

Ponsel Fold yang Sempurna untuk Menonton The Odyssey

Namun, bagian paling menarik dari Xiaomi 18 Fold justru ada pada bentuk layarnya.

Ponsel ini terasa seperti dibuat untuk satu jenis konten tertentu: film layar lebar.

Dari The Verge, Xiaomi 18 Fold memiliki layar luar 5,38 inci dan layar dalam 7,58 inci. Keduanya menggunakan rasio sekitar 1,4:1, membuat perangkat ini lebih pendek dan lebih lebar dibanding desain foldable konvensional.

Rasio tersebut berada di sekitar 1,4:1, mendekati rasio kertas standar internasional dan juga rasio layar IMAX sekitar 1,43:1.

Dan dari sinilah muncul kalimat yang sulit ditolak:

Xiaomi 18 Fold adalah ponsel yang sempurna untuk menonton The Odyssey.

Bukan berarti Xiaomi membuat perangkat ini khusus untuk film Christopher Nolan tersebut. Namun, ketika sebuah ponsel memiliki layar lipat dengan proporsi mendekati layar IMAX, rasanya perangkat ini memang sedang meminta penggunanya untuk membuka layar, memasang earphone, lalu menonton film dengan format gambar lebar.

Akhirnya ada ponsel yang terasa seperti dirancang untuk mengatakan:

“Silakan, tonton The Odyssey di sini.”

Android Mendapat Desain yang Bahkan Penggemar iPhone Bisa Sukai

Menariknya, desain Xiaomi 18 Fold juga menjadi titik temu antara kubu Android dan penggemar Apple.

Saat dilipat, perangkat ini memiliki bentuk seperti paspor. Saat dibuka, ukurannya berubah menjadi layar besar yang mendekati tablet mini.

Konsep tersebut juga menjadi salah satu ciri utama iPhone Duo. Apple memperkenalkan Duo sebagai perangkat lipat berbentuk seperti paspor, dengan layar dalam 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci.

Di sinilah Xiaomi 18 Fold menjadi menarik.

Bagi penggemar Android, perangkat ini adalah bukti bahwa Android masih menjadi tempat eksperimen desain yang berani. Bagi orang yang menyukai desain iPhone Duo, Xiaomi 18 Fold justru bisa menjadi salah satu ponsel Android yang paling mudah disukai.

Jadi, untuk pertama kalinya, seorang penggemar desain Apple mungkin bisa melihat ponsel Android dan berkata:

“Oke, yang ini memang bagus.”

Sehari Setelah Apple, Xiaomi Membalas

Timing peluncurannya membuat perbandingan ini semakin menarik.

Apple memperkenalkan iPhone Duo pada 9 September 2026 sebagai debutnya di dunia ponsel lipat. Harganya dimulai dari US$1.999. Xiaomi 18 Fold kemudian hadir dengan kombinasi spesifikasi yang sangat agresif, termasuk layar 7,58 inci, baterai 6.000 mAh, kamera Leica 200 MP, serta chip XRING O3.

Karena itu, judul “Xiaomi mempermalukan Apple” memang terdengar provokatif, tetapi ada alasan editorial di baliknya.

Apple datang dengan reputasi, ekosistem, desain, optimasi perangkat lunak, dan pengalaman pengguna yang sangat matang.

Xiaomi datang dengan cara yang berbeda:

“Ini ponsel lipat kami. Layarnya besar. Kameranya Leica. Baterainya 6.000 mAh. Pengisian cepat. Dan kami tidak takut memasang spesifikasi yang agresif.”

Itulah filosofi khas Android yang masih terasa kuat.

Apple boleh menetapkan standar premium baru lewat iPhone Duo. Tetapi Xiaomi menunjukkan bahwa ketika berbicara mengenai baterai, kamera, ukuran layar, dan keberanian bereksperimen, Android belum mau menyerahkan panggung begitu saja.

Kesimpulan

Xiaomi 18 Fold bukan ponsel yang otomatis lebih baik daripada iPhone Duo dalam segala hal. iPhone tetap memiliki keunggulan besar dalam ekosistem, integrasi perangkat, optimasi software, serta kualitas pengalaman pengguna yang menjadi ciri khas Apple.

Namun, Xiaomi berhasil membuat persaingan ini terasa tidak nyaman bagi Apple.

Hanya sehari setelah Apple memperkenalkan iPhone lipat pertamanya, Xiaomi datang dengan layar yang lebih lebar, baterai 6.000 mAh, kamera Leica 200 MP, dan desain yang bahkan bisa membuat penggemar iPhone Duo mengangguk kagum.

Dan mungkin itulah yang paling menarik dari Xiaomi 18 Fold.

Apple akhirnya masuk ke dunia foldable dengan membawa nama besar iPhone.

Xiaomi justru menyambutnya dengan membawa Leica, baterai raksasa, dan layar yang seolah berkata: kalau mau menonton The Odyssey, silakan buka sampai lebar.

  • Xiaomi 18 Fold

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.