Menhub Prihatin Lima Jurnalis Hilang Saat Liput Anak Krakatau, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan atas hilangnya kontak lima jurnalis saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), seraya mengerahkan dukungan pencarian bersama tim gabungan dan otoritas terkait.
"Kita sangat prihatin ya (atas lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau)," kata Menhub ditemui di Jakarta, Kamis (10/9).
Menhub turut mendoakan agar kelima jurnalis tersebut segera ditemukan oleh tim SAR gabungan, serta berharap proses pencarian berjalan lancar dengan dukungan seluruh pihak terkait.
Dudy juga mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, terutama saat kondisi kawasan masih belum normal.
Menurut dia, setiap aktivitas di sekitar wilayah tersebut perlu disampaikan terlebih dahulu kepada otoritas terkait, termasuk Syahbandar, guna memastikan keselamatan dan mengantisipasi risiko yang dapat terjadi.
Menhub menegaskan pihaknya telah menerbitkan pemberitahuan pelayaran atau notice to mariners bagi kapal yang melintas di sekitar Selat Sunda, sehingga seluruh operator wajib mematuhi ketentuan keselamatan.
Menurut dia, kondisi gelombang di wilayah tersebut perlu menjadi perhatian karena jika kapal kecil yang kehilangan tenaga mesin dapat terbawa arus, sehingga potensi menjadi bahaya besar.
Pemantauan Visual
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Mashyud mengatakan jajaran Kementerian Perhubungan turut bergabung bersama Basarnas, Kepolisian Perairan, serta unsur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dalam pencarian kelima jurnalis.
Ia mengatakan Kemenhub juga mengerahkan kapal patroli dalam operasi pencarian yang bergabung dengan tim SAR gabungan.
"Kita ikut sama tim SAR, Basarnas, kemudian juga ada unsur-unsur dari Polairud. Nah kita ikut juga, KPLP, ikut mencari. Kapal patroli kita ikut juga, tapi kapal besarnya yang lumayan besar untuk beberapa petugas, ya (itu kapal) Basarnas," kata Mashyud.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan berdasarkan hasil pemantauan visual menggunakan teropong belum ada tanda penemuan lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Pulau Sertung.
Amrad menegaskan, di pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sudah sempat turun ke pulau-pulau sekitar gunung, tetapi pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum bisa dilakukan karena PVMBG menyatakan daerah tersebut masih rawan karena memasuki radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau.
"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!