Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenpar Percepat Pemulihan Destinasi Wisata Terdampak Bencana

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 08:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenpar Percepat Pemulihan Destinasi Wisata Terdampak Bencana Doc: Kemenpar
Ket. Kondisi Desa Adat Sade di NTB setelah musibah kebakaran pada Sabtu (22/8) lalu.

JAKARTA - Kementerian Pariwisata memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak bencana sekaligus memastikan keselamatan wisatawan dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat.

"Bagi kami, prinsipnya jelas melindungi manusia terlebih dahulu, mempercepat pemulihan destinasi dan mata pencaharian masyarakat, menjaga kepercayaan wisatawan, serta membangun kembali dengan lebih aman dan tangguh," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kinerja Kemenpar di Jakarta, Jumat. 

Widiyanti menyampaikan upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, pengelola destinasi, asosiasi, pelaku industri, hingga masyarakat dalam menangani dampak bencana di sejumlah daerah.

Di kawasan Bromo-Tengger-Semeru, misalnya, Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan sebagai pengelola kawasan setelah kebakaran hutan menyebabkan aktivitas wisata ditutup.

Pemerintah juga memastikan wisatawan memperoleh informasi terkait kondisi destinasi serta mekanisme pengembalian dana dan penjadwalan ulang selama masa penutupan.

Sementara itu, di Labuan Bajo dan wilayah Flores, Kementerian Pariwisata melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo dan Flores, asosiasi, serta pelaku industri setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo berdampak terhadap sektor pariwisata.

Sejumlah destinasi sempat ditutup, sedangkan daya tarik wisata, akomodasi, aksesibilitas, dan desa wisata mengalami kerusakan. Beberapa kegiatan juga harus ditunda maupun dibatalkan.

Setelahnya, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaporkan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo telah berjalan dan dapat menerima kunjungan wisatawan secara normal. Arus kunjungan wisatawan juga relatif terjaga pascagempa.

Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar juga telah kembali dibuka setelah sempat mengalami penutupan sementara pada periode tertentu untuk kepentingan keselamatan wisatawan. Sejumlah atraksi wisata darat tetap beroperasi dengan tetap memperhatikan keselamatan wisatawan.

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kementerian Pariwisata juga mengambil langkah penanganan setelah kebakaran melanda Desa Adat Sade.

Berdasarkan data pada 27 Agustus 2026, sebanyak 75 hunian rusak total, 20 hunian lainnya terdampak di luar Dusun Sade, serta 11 tempat pertemuan dan berbagai fasilitas pendukung mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp33,84 miliar.

Pada penanganan jangka pendek, Kementerian Pariwisata memastikan kebutuhan dasar masyarakat melalui dukungan makanan dan logistik, dapur umum, penyembuhan trauma, bimbingan teknis, serta pemberdayaan pokdarwis.

Sementara untuk jangka panjang, Kementerian Pariwisata mendorong rencana aksi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, mitra, serta masyarakat adat untuk menyusun Master Plan Rekonstruksi Desa Adat Sade, mengumpulkan dukungan rekonstruksi melalui satu pintu, dan membangun rumah layak tinggal.

"Yang sangat penting, proses pembangunan kembali Sade harus dilakukan bersama masyarakat, serta para pemangku kepentingan untuk tetap mempertahankan karakter serta identitas budaya Suku Sasak," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

57 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.