Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bikin Cemas! Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Aktivitas Gunungh Anak Krakatau, Menhub Angkat Bicara

5 Jumat, 11 Sep 2026, 04:20 WIB | Oleh:
Bikin Cemas! Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Aktivitas Gunungh Anak Krakatau, Menhub Angkat Bicara Bikin Cemas! Lima Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Aktivitas Gunungh Anak Krakatau, Menhub Angkat Bicara Doc: Antara foto
Ket. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi ditemui di Jakarta, Kamis (10/9).

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan atas hilangnya kontak lima jurnalis saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), seraya mengerahkan dukungan pencarian bersama tim gabungan dan otoritas terkait.

"Kita sangat prihatin ya (atas lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau)," kata Menhub ditemui di Jakarta, Kamis.

Menhub turut mendoakan agar kelima jurnalis tersebut segera ditemukan oleh tim SAR gabungan, serta berharap proses pencarian berjalan lancar dengan dukungan seluruh pihak terkait.

Dudy juga mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, terutama saat kondisi kawasan masih belum normal.

Menurut dia, setiap aktivitas di sekitar wilayah tersebut perlu disampaikan terlebih dahulu kepada otoritas terkait, termasuk Syahbandar, guna memastikan keselamatan dan mengantisipasi risiko yang dapat terjadi.

Menhub menegaskan pihaknya telah menerbitkan pemberitahuan pelayaran atau notice to mariners bagi kapal yang melintas di sekitar Selat Sunda, sehingga seluruh operator wajib mematuhi ketentuan keselamatan.

Menurut dia, kondisi gelombang di wilayah tersebut perlu menjadi perhatian karena jika kapal kecil yang kehilangan tenaga mesin dapat terbawa arus, sehingga potensi menjadi bahaya besar.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Mashyud mengatakan jajaran Kementerian Perhubungan turut bergabung bersama Basarnas, Kepolisian Perairan, serta unsur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dalam pencarian kelima jurnalis.

Ia mengatakan Kemenhub juga mengerahkan kapal patroli dalam operasi pencarian yang bergabung dengan tim SAR gabungan.

"Kita ikut sama tim SAR, Basarnas, kemudian juga ada unsur-unsur dari Polairud. Nah kita ikut juga, KPLP, ikut mencari. Kapal patroli kita ikut juga, tapi kapal besarnya yang lumayan besar untuk beberapa petugas, ya (itu kapal) Basarnas," kata Mashyud.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan berdasarkan hasil pemantauan visual menggunakan teropong belum ada tanda penemuan lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Pulau Sertung.

Amrad menegaskan, di pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sudah sempat turun ke pulau-pulau sekitar gunung, tetapi pencarian secara langsung di Pulau Sertung belum bisa dilakukan karena PVMBG menyatakan daerah tersebut masih rawan karena memasuki radius 3 km dari Gunung Anak Krakatau.

"Untuk Pulau Sertung, itu memasuki radius 3 km ya, sebagaimana kita ketahui bersama data dari PVMBG menyatakan bahwa itu masih daerah rawan, tetapi kami akan tetap berupaya bagaimana kita bisa masuk ke situ dari data BMKG, data BNPB, perkiraan tindakan apa yang harus kita lakukan supaya kita bisa masuk ke situ untuk memastikan," paparnya.

Amrad menambahkan, Basarnas juga telah memperluas pencarian menggunakan drone di Pulau Sangiang menggunakan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka, tetapi belum menunjukkan hasil maksimal karena wilayah masih tertutup asap.

Diketahui, lima jurnalis hilang kontak sejak Senin (7/9) saat sedang melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kelima jurnalis itu yakni pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas; Arie Basuki dari merdeka.com; Donal Husni (fotografer lepas); Yudhistira dari iNews; dan Daus dari Anadolu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

WHO Setujui Uji Klinis Dua Vaksin Ebola Bundibugyo

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
WHO Setujui Uji Klinis Dua ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

Dishub: Pemerintah Siapkan Tiga Pelabuhan Alternatif untuk Antisipasi Kepadatan Nataru 2026-2027

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.