US Open: Empat Unggulan Teratas Bertemu di Semifinal, Sabalenka Bidik Gelar Ketiga Beruntun

Kamis, 10 Sep 2026, 10:45 WIB

NEW YORK – Empat petenis unggulan teratas akan bertarung di semifinal US Open 2026. Juara bertahan dua kali, Aryna Sabalenka, akan menghadapi rival lamanya, Jessica Pegula, sementara Elena Rybakina berjumpa dengan favorit tuan rumah, Coco Gauff.

Fenomena ini menjadi salah satu catatan menarik di US Open tahun ini. Untuk pertama kalinya sejak Wimbledon 2009, seluruh empat unggulan teratas sebuah turnamen Grand Slam berhasil menembus semifinal.

Ket. Foto: Aryna Sabalenka. — Sumber: WTA

Sabalenka, Rybakina, dan Gauff sudah pernah mengangkat trofi Grand Slam. Sementara Pegula, unggulan ketiga, masih memburu gelar Grand Slam pertamanya.

Sabalenka kembali menunjukkan konsistensinya di Flushing Meadows. Petenis Belarus itu untuk keenam kalinya secara beruntun mencapai semifinal US Open.

Kini, ia hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk menjadi petenis putri pertama sejak Serena Williams pada 2012-2014 yang mampu menjuarai US Open tiga tahun berturut-turut.

Perjalanan Sabalenka tahun ini tidak sepenuhnya mulus. Setelah sebelumnya belum kehilangan satu set pun, ia harus melewati ujian terberat ketika menghadapi juara Wimbledon Linda Noskova di perempat final.

Sabalenka akhirnya menang melalui pertarungan tiga set, 7-6(1), 3-6, 7-6(10-7), setelah Noskova sempat memegang peluang besar untuk membuat kejutan.

Di semifinal, Sabalenka kembali berhadapan dengan lawan yang sudah sangat dikenalnya, Jessica Pegula.

Pertemuan Sabalenka dan Pegula di semifinal kali ini menjadi lanjutan rivalitas yang dalam tiga tahun terakhir selalu hadir di US Open.

Sabalenka mengalahkan Pegula untuk merebut gelar pada 2024. Setahun kemudian, ia kembali menyingkirkan petenis Amerika Serikat tersebut di semifinal.

Secara keseluruhan, Sabalenka unggul 9-4 dalam rekor pertemuan mereka. Namun, Pegula memiliki modal kepercayaan diri karena memenangkan dua dari tiga pertemuan terakhir, termasuk semifinal Berlin Open awal tahun ini ketika ia menghancurkan Sabalenka 6-0 pada set penentuan.

“Saya pikir menarik melihat rivalitas yang sudah kami jalani. Dia mengalahkan saya dalam beberapa tahun terakhir,” kata Pegula.

“Saya sudah beberapa kali bisa mengalahkannya, mungkin di panggung yang lebih kecil. Jadi, saya kira itu menjadi salah satu rintangan yang harus saya lewati.”

Pegula memastikan tempat di semifinal setelah bangkit mengalahkan sesama petenis Amerika, Emma Navarro, dengan skor 3-6, 6-4, 6-3.

Hasil tersebut mengantarkan petenis berusia 32 tahun itu ke semifinal Grand Slam keduanya tahun ini setelah Australian Open.

Pegula juga datang dengan catatan konsisten sepanjang musim. Ia sudah mencapai lima final pada 2026, terbanyak di antara seluruh petenis putri di WTA Tour.

Sabalenka Kehilangan Takhta Peringkat Dunia

Semifinal melawan Pegula juga akan menjadi laga pertama Sabalenka setelah kehilangan posisi nomor satu dunia.

Takhta tersebut kini menjadi milik Rybakina setelah petenis Kazakhstan itu mengalahkan juara Olimpiade Zheng Qinwen di perempat final, Kamis (10/9).

Rybakina akan menjadi petenis putri ke-30 yang pernah menduduki peringkat satu dunia sekaligus petenis pertama dari Kazakhstan yang mencapai posisi tersebut ketika daftar peringkat terbaru dirilis setelah US Open.

Sabalenka sebelumnya menguasai posisi teratas sejak Oktober 2024. Namun, kehilangan peringkat tersebut tampaknya bukan persoalan besar baginya jika ditukar dengan trofi US Open ketiga secara beruntun.

“Saya akan sangat senang,” kata Sabalenka. “Ya, tiga kali beruntun. Kedengarannya bagus.”

Di semifinal lainnya, Rybakina akan menghadapi tantangan berat dari Gauff.

Rybakina untuk pertama kalinya berhasil mencapai semifinal US Open setelah menundukkan Zheng Qinwen. Sebagai hadiahnya, ia akan berhadapan dengan Gauff yang mendapat dukungan penuh penonton tuan rumah.

Gauff melaju setelah melakukan comeback luar biasa saat menghadapi unggulan kelima sekaligus juara Prancis Open, Mirra Andreeva.

Sempat berada di ambang kekalahan, juara US Open 2023 itu menyelamatkan dua match point pada set kedua sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 2-6, 7-6(7), 6-2.

Kemenangan tersebut mengantarkan Gauff ke semifinal Grand Slam untuk turnamen besar kedua secara beruntun setelah Wimbledon.

Kini, Gauff memburu gelar US Open keduanya di hadapan publik Amerika Serikat.

Namun, Rybakina memiliki ambisi yang tidak kalah besar. Juara Australian Open itu membidik gelar Grand Slam ketiganya sekaligus ingin mempertahankan momentum setelah merebut posisi nomor satu dunia.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Gauff untuk membalas kekalahan dari Rybakina di semifinal Canadian Open bulan lalu. Dalam dua pertemuan sebelumnya, keduanya sama-sama mengantongi satu kemenangan.

Pemenang duel tersebut akan menghadapi Sabalenka atau Pegula di final, Sabtu.

Dua pertandingan semifinal tersebut dijadwalkan berlangsung berurutan mulai 06.00 WIB. Waktu pertandingan kedua bergantung pada durasi laga pertama.

Empat unggulan teratas kini tinggal selangkah lagi dari partai puncak. Bagi Sabalenka, dua kemenangan akan membuka jalan menuju sejarah tiga gelar US Open secara beruntun. Bagi Rybakina, Gauff, dan Pegula, semifinal menjadi kesempatan untuk menulis kisah mereka sendiri di New York.

Jadwal Semifinal Putri US Open

Arthur Ashe Stadium – Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 06.00 WIB:

Aryna Sabalenka (1) vs Jessica Pegula (3)

Coco Gauff (4) vs Elena Rybakina (2)

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.