AS Catat Musim Panas Terpanas dalam Sejarah, Ilmuwan Peringatkan Alarm Perubahan Iklim
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisDi luar 48 negara bagian tersebut, suhu rata-rata Alaska pada Agustus dan selama musim panas berada dalam sepertiga terhangat sepanjang sejarah pencatatannya. Hawaii mengalami Agustus terpanas ketiga, sementara musim panasnya juga masuk dalam sepertiga terhangat.
Hawaii juga mengalami curah hujan yang luar biasa tinggi. Badai Lala membawa hujan deras yang berkontribusi terhadap catatan Agustus terbasah kedua di wilayah tersebut.
Data tersebut muncul ketika pola El Nino semakin menguat dan diperkirakan menjadi yang terkuat dalam beberapa dekade, sehingga mulai memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia.
El Nino diperkirakan mencapai puncaknya antara Oktober dan Desember serta berpotensi mendorong rekor panas pada 2027. Namun, karena kekuatannya yang ekstrem, dengan suhu permukaan laut di Pasifik tropis sudah mendekati rekor, fenomena tersebut bahkan dapat membuat 2026 mengungguli 2024 sebagai tahun terpanas dalam sejarah pencatatan.
"Di sisi lain, kita bisa mencegah kondisi ini menjadi lebih buruk," kata klimatolog dari University of Pennsylvania, Michael Mann, kepada AFP.
"Konsensus para ilmuwan iklim adalah pemanasan permukaan bumi akan berhenti ketika kita mencapai emisi karbon nol, dan kita memiliki teknologi energi bersih untuk mewujudkannya. Ini semata-mata soal menemukan kemauan politik."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!