Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Temui Menhan Sudan, Bahas Sinyal Kerja Sama Besar di Bidang Pertahanan hingga Pangan!

Rabu, 09 Sep 2026, 14:25 WIB

JAKARTA – Hubungan Indonesia dan Sudan berpotensi memasuki babak baru. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kenegaraan Menteri Pertahanan Sudan H.E. Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan pada Rabu, 9 September 2026.

Pertemuan kedua pejabat tersebut tidak sekadar menjadi agenda diplomatik. Sejumlah peluang kerja sama dibahas, mulai dari bidang pertahanan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga potensi hubungan ekonomi yang lebih luas.

Ket. Foto: Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Menteri Pertahanan Sudan Letjen Hassan Daoud Kayan di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026). — Sumber: Alfina Febriyana/Koran Jakarta

Dalam agenda tersebut, Sjafrie menyambut langsung kedatangan Menhan Sudan melalui upacara penyambutan. Setelah prosesi berlangsung, kedua pihak kemudian menggelar pertemuan tertutup untuk membahas berbagai kepentingan bersama.

Usai pertemuan, Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mendampingi Menhan Sudan dalam sesi konferensi pers.

Menhan Sudan mengatakan, kunjungannya ke Indonesia merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan kedua negara yang telah lama terjalin. Indonesia disebut sebagai salah satu negara sahabat Sudan.

“Kehadiran kami sebagai Menteri Pertahanan Republik Sudan ke Indonesia, bertemu dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia adalah untuk menjalin kerja sama di berbagai bidang, terkhusus di bidang pertahanan, karena kami melihat Indonesia adalah negara sahabat yang sudah sangat lama,” ujar Hassan.

Sudan Ingin Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Salah satu fokus utama pertemuan adalah peluang kerja sama di sektor pertahanan. Menurut Rico, Sudan bahkan menyampaikan ketertarikannya untuk mengikuti program pendidikan pertahanan di Indonesia.

Hal tersebut membuka peluang bagi kedua negara untuk memperluas hubungan tidak hanya dalam aspek diplomasi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertahanan.

Namun, pembicaraan ternyata tidak berhenti pada urusan militer.

Sudan juga menawarkan potensi kerja sama di bidang pertahanan pangan. Negara tersebut memiliki wilayah pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang cukup besar.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjajaki kerja sama dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

“Salah satu hal yang menarik yang juga dibicarakan adalah peluang kerja sama di bidang pertahanan pangan,” kata Rico.

Menurutnya, potensi lahan pertanian dan peternakan yang dimiliki Sudan dapat dipelajari lebih lanjut untuk melihat kemungkinan kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

Posisi Strategis Sudan Jadi Perhatian

Selain pertahanan dan pangan, Indonesia dan Sudan juga melihat adanya peluang memperluas hubungan ekonomi.

Sudan memiliki posisi strategis serta kedekatan dengan sejumlah negara di kawasan Afrika. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk memperluas hubungan dan kerja sama dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Meski demikian, peluang tersebut belum menjadi kesepakatan final.

Rico menegaskan seluruh rencana kerja sama masih harus melalui pembahasan dan kajian lebih lanjut bersama kementerian serta lembaga terkait.

Kerja sama pertahanan nantinya juga direncanakan dituangkan dalam Defense Cooperation Arrangement atau DCA sebagai kerangka kerja sama kedua negara.

Belum Ada Perjanjian Pertahanan Bilateral

Menariknya, Indonesia dan Sudan hingga saat ini belum memiliki dokumen formal yang mengatur kerja sama pertahanan bilateral.

Karena itu, hasil pertemuan Sjafrie dan Hassan akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis. Kedua negara akan membentuk working group untuk memetakan peluang kerja sama secara lebih konkret.

Langkah tersebut akan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kepentingan nasional Indonesia.

“Saat ini kedua negara juga belum memiliki dokumen formal untuk kerja sama pertahanan bilateral, sehingga aspek kelembagaan dan kerangka kerja samanya akan dibicarakan lebih lanjut,” ujar Rico.

Di sisi lain, Indonesia juga disebut terus mencermati perkembangan situasi keamanan dan kemanusiaan yang berlangsung di Sudan.

Pertemuan ini pun menjadi sinyal hubungan Indonesia dan Sudan berpotensi berkembang jauh lebih luas. Bukan hanya dalam urusan pertahanan, tetapi juga pendidikan, ketahanan pangan, ekonomi, hingga peluang Indonesia memperkuat hubungan dengan kawasan Afrika.

Namun, berbagai peluang tersebut masih berada dalam tahap penjajakan dan pembahasan. Realisasi kerja sama nantinya akan bergantung pada hasil kajian serta kesepakatan resmi kedua negara.

  • Kemenhan
  • sjafrie sjamsoeddin
  • Menhan Sudan Letjen Hassan Daoud Kayan
  • Menhan Sudan Hassan Daoud Kayan
  • menhan sudan
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.