Mbappe Mulai Berani Bicara Ballon d'Or Usai Torehan Bersejarah di Piala Dunia

Rabu, 09 Sep 2026, 06:00 WIB

MADRID – Kylian Mbappe tak lagi menghindar ketika pembicaraan mengenai Ballon d'Or mengarah kepadanya. Setelah tampil luar biasa di Piala Dunia 2026, penyerang Real Madrid itu mengakui wajar jika namanya mulai disebut sebagai salah satu kandidat kuat peraih penghargaan pemain terbaik dunia.

Kapten Prancis tersebut tampil spektakuler di turnamen musim panas lalu. Mbappe mencetak 10 gol dan merebut Sepatu Emas, meski Les Bleus harus puas finis di posisi keempat.

Ket. Foto: Kylian Mbappe. — Sumber: Real Madrid

Lebih dari itu, torehan tersebut membawanya ke angka 22 gol dalam sejarah Piala Dunia, melewati Lionel Messi dengan 21 gol. Mbappe kini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.

Namun, penghargaan Ballon d'Or masih menjadi satu trofi individu yang belum pernah diraih pemain berusia 27 tahun tersebut.

“Saya pikir ketika Anda bermain untuk Real Madrid, klub terbaik di dunia, secara alami orang-orang akan mengaitkan Anda dengan penghargaan seperti itu, baik penghargaan kolektif maupun individu,” ujar Mbappe.

“Banyak orang, ketika melihat saya di jalan, membicarakan Ballon d'Or. Banyak juga yang menyebut saya sebagai calon pemenang.”

Mbappe mengakui pencapaiannya pada musim panas ini membuat peluangnya semakin terbuka. Ia menyebut telah menciptakan sejarah di ajang yang dianggapnya sebagai kompetisi terpenting dalam olahraga.

“Tentu saja, saya membuat banyak sejarah musim panas ini di kompetisi terpenting dalam olahraga. Tetapi kita lihat saja,” katanya.

“Saya merasa ini bisa menjadi tahun yang bagus untuk itu. Namun, masih ada banyak waktu dan setiap orang bebas memilih siapa yang mereka anggap sebagai pemain terbaik di dunia.”

Sepanjang kiprahnya bersama Real Madrid, Mbappe memang terus memproduksi gol dalam jumlah besar. Namun, persoalannya adalah produktivitas tersebut belum berbanding lurus dengan raihan trofi utama klub.

Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Mbappe jika ingin benar-benar mengakhiri penantiannya terhadap Ballon d'Or.

Kritik terhadap Mbappe bukan terletak pada jumlah gol, melainkan kontribusinya terhadap keseimbangan permainan Real Madrid.

Dalam dua tahun pertamanya di Madrid, tim sempat dianggap terlalu dipenuhi pemain bintang. Kehadiran Mbappe dan Vinicius Junior, misalnya, memunculkan pertanyaan mengenai keseimbangan lini depan.

Situasi tersebut kemudian kerap dibandingkan dengan Ousmane Dembele di Paris Saint-Germain dan Raphinha di Barcelona, dua pemain yang dianggap mampu memberikan kontribusi lebih menyeluruh terhadap permainan tim.

Mbappe mengakui masih ada aspek yang harus diperbaiki. “Kami harus berkembang,” katanya. “Saya bisa saja bersikap bodoh dan mengatakan bahwa saya mencetak lebih banyak gol daripada Dembele dan Raphinha, lalu mengatakan mereka harus mencetak lebih banyak gol agar seperti saya.”

“Setiap orang berbeda. Tetapi saya ingin melakukan semuanya secara cerdas. Tentu saja saya harus berkembang dan memperbaiki banyak hal. Saya tidak suka perbandingan karena saya merasa melakukan banyak hal yang tidak dilakukan pemain lain.”

José Mourinho juga sempat menekankan pentingnya keseimbangan kontribusi Mbappe. Sang pelatih Real Madrid bahkan mengisyaratkan tidak keberatan jika jumlah gol Mbappe sedikit menurun asalkan berujung pada trofi.

Mbappe tidak mempermasalahkan gagasan tersebut, dengan satu catatan.

“Saya akan menerima 30 gol jika disertai trofi. Tetapi bagi saya, ini perdebatan yang tidak masuk akal,” ujarnya.

“Saya selalu ingin mencetak gol dan memenangkan trofi. Anda tidak harus memilih. Anda bisa melakukan keduanya.”

Pernyataan itu menjadi gambaran ambisi Mbappe bersama Madrid. Setelah dua musim tanpa gelar utama, penyerang Prancis tersebut ingin produktivitas individunya akhirnya berjalan beriringan dengan kesuksesan tim.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.