Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jatim Gelar Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh:

Di Kabupaten Banyuwangi, hujan ringan terpantau melalui ARG Lidjen Jambu dan ARG Kalibaru. Sementara itu, di Kabupaten Malang, hujan ringan tercatat di ARG Sitiarjo dan ARG Dampit.

Hujan dengan intensitas ringan juga terpantau di ARG Rekayasa Panti, Kabupaten Jember; ARG Trenggalek, Kabupaten Trenggalek; serta ARG Sudimoro, Kabupaten Pacitan.

Khofifah menegaskan, OMC tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi salah satu instrumen dalam rangkaian penanganan karhutla dan kekeringan. Upaya tersebut berjalan simultan dengan pendistribusian air bersih, penyediaan tandon, optimalisasi sumber air, serta penguatan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Tidak ada satu intervensi yang berdiri sendiri. Selain OMC, penanganan di lapangan melalui distribusi air bersih, penyediaan tandon, dan optimalisasi sumber air tetap berjalan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, setiap pelaksanaan OMC membutuhkan pemantauan dan perhitungan yang cermat. BPBD Jatim bersama Kementerian Kehutanan, BMKG, serta seluruh unsur terkait akan terus melakukan koordinasi, pemantauan, dan evaluasi agar intervensi berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran.

“Kolaborasi menjadi kunci karena penanganan karhutla dan kekeringan membutuhkan respons yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Semua unsur harus bergerak sesuai peran masing-masing,” tuturnya.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla, seluruh pihak juga menyepakati perlunya memperkuat antisipasi terhadap potensi El Niño yang dapat meningkatkan risiko karhutla, khususnya di wilayah rawan.

Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sistem deteksi dan peringatan dini, pemetaan serta klasifikasi daerah rawan, peningkatan patroli dengan mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga memastikan kesiapsiagaan satuan tugas darat beserta personel dan peralatannya.

Selain itu, penerapan standar operasional prosedur penanganan karhutla, penetapan status keadaan darurat berdasarkan rekomendasi teknis dan kondisi lapangan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan secara sengaja juga menjadi perhatian.

“Pemantauan dan respons cepat harus dilakukan secara berkelanjutan. Setiap informasi mengenai karhutla harus segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti agar api tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalkan,” tegas Khofifah.

Pelaksanaan OMC selanjutnya akan terus dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan potensi awan berdasarkan hasil pemantauan dan rekomendasi BMKG.

Di samping berbagai ikhtiar teknis tersebut, Khofifah juga mengajak masyarakat dan para tokoh agama memperkuat ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.

“Pasuruan merupakan daerah yang religius. Saya berharap masyarakat bersama para tokoh agama melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon hujan. Semoga seluruh ikhtiar yang kita lakukan didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT,” harapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.