Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jatim Gelar Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten

📅 Selasa, 08 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Jatim Gelar Modifikasi Cuaca, Hujan Mulai Turun di Enam Kabupaten Doc: Istimewa
Ket. Rangkaian OMC menyasar sejumlah wilayah, mulai dari Malang, Kota Batu, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, hingga Banyuwangi.

SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur lakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus menangani kekeringan yang melanda 24 kabupaten/kota di Jawa Timur.

OMC dilaksanakan melalui kolaborasi Pemprov Jatim, Kementerian Kehutanan, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim.

Pelaksanaan OMC tersebut merupakan tindak lanjut Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla di Kantor Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kota Malang, Kamis (3/9).

Hasilnya, berdasarkan data pemantauan alat Automatic Rain Gauge (ARG) per 6 September 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau turun di 11 titik yang tersebar di enam kabupaten, yakni Lumajang, Banyuwangi, Malang, Jember, Trenggalek, dan Pacitan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pelaksanaan OMC merupakan bagian dari ikhtiar kolaboratif untuk mengurangi risiko karhutla, membantu menangani kekeringan, dan memperkuat mitigasi darurat di wilayah prioritas.

“Alhamdulillah, pelaksanaan OMC menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pemantauan melalui perangkat ARG, hujan terpantau turun di 11 titik pada enam kabupaten yang menjadi wilayah sasaran prioritas,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (7/9).

“Semoga hujan yang turun ini memberikan manfaat bagi masyarakat, membantu menjaga ketersediaan air, mengurangi dampak kekeringan, serta menekan risiko kebakaran hutan dan lahan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jatim, OMC telah dilaksanakan sebanyak empat kali sepanjang 3–6 September 2026. Dalam rangkaian operasi tersebut, sebanyak 3.200 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) telah disebarkan.

OMC perdana dilaksanakan pada Kamis (3/9) pukul 15.50 WIB menggunakan pesawat CASA NC212/A-2104. Operasi menyasar wilayah Lumajang dan Probolinggo dengan menyebarkan sebanyak 800 kilogram bahan semai NaCl.

OMC kembali dilaksanakan pada Jumat (4/9) sekitar pukul 15.25 WIB dengan sasaran wilayah Probolinggo–Lumajang, termasuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), area di atas Kota Batu dan Gunung Arjuno, serta wilayah Malang. Pada operasi tersebut kembali disebarkan sebanyak 800 kilogram bahan semai NaCl.

Secara keseluruhan, rangkaian OMC menyasar sejumlah wilayah, mulai dari Malang, Kota Batu, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, hingga Banyuwangi.

Khofifah menjelaskan, OMC dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta ketersediaan awan potensial yang bergerak memasuki wilayah daratan. Oleh karena itu, pemantauan BMKG menjadi dasar penting dalam menentukan waktu dan wilayah sasaran operasi.

“OMC dilaksanakan ketika kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial memungkinkan. Awan yang mulai bergerak memasuki sejumlah wilayah terus dipantau. Ketika dinilai potensial, kondisi tersebut dioptimalkan melalui OMC untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran,” jelasnya.

Pascarangkaian OMC, sebaran hujan paling banyak terpantau di Kabupaten Lumajang. Hujan dengan intensitas sedang tercatat di ARG Pronojiwo, sedangkan hujan ringan terpantau di ARG Pasrujambe, Pasirian, dan Jokarto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.