• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • BTN Dorong Industri Kopi I...

BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi

Senin, 07 Sep 2026, 16:30 WIB

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong penguatan ekosistem industri kopi Indonesia agar mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih tinggi. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antarpelaku industri sekaligus mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam aktivitas bisnis.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan rangkaian Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 telah mempertemukan berbagai pihak dalam industri kopi Indonesia. Pelaku usaha, brand, barista, roaster, komunitas, konsumen, hingga institusi bertemu dalam satu ekosistem selama rangkaian pameran tersebut.

Ket. Foto: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong penguatan ekosistem industri kopi Indonesia agar mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih tinggi. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kolaborasi antarpelaku industri sekaligus mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam aktivitas bisnis. — Sumber: BTN

“ICX 2026 boleh berakhir, tetapi kolaborasi kita untuk membawa kopi Indonesia naik kelas baru saja dimulai,” ungkap Nixon.

Menurut Nixon, pertemuan dan koneksi yang terbangun selama ICX 2026 perlu dilanjutkan dalam bentuk kerja sama yang memberikan dampak bagi industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru sekaligus memperkuat posisi pelaku usaha kopi di berbagai tingkatan.

“ICX 2026 menjadi starting point kolaborasi ekosistem kopi Indonesia. Pertemuan dan koneksi yang telah terbentuk ini perlu dilanjutkan menjadi kolaborasi nyata untuk membuka peluang baru, memperkuat pelaku usaha, dan bersama-sama memajukan ekosistem kopi Indonesia,” kata Nixon.

Potensi industri kopi Indonesia terlihat dari antusiasme masyarakat dalam rangkaian ICX 2026 yang digelar di beberapa kota. Penyelenggaraan di Surabaya, Medan, dan Jakarta menunjukkan besarnya minat masyarakat sekaligus peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari industri kopi nasional.

Adapun capaian rangkaian ICX 2026 di tiga kota tersebut meliputi:

  • Surabaya: Lebih dari 16.500 pengunjung dengan sales volume sekitar Rp3 miliar.
  • Medan: Lebih dari 7.700 pengunjung dengan sales volume sekitar Rp1,5 miliar.
  • Jakarta: Sekitar 20.000 pengunjung hingga Sabtu (5/9) dengan sales volume Rp3,6 miliar.

Nixon menilai capaian tersebut memperlihatkan bahwa kopi telah berkembang melampaui statusnya sebagai komoditas. Industri ini telah menjadi ekosistem ekonomi yang mempertemukan pengalaman konsumen, komunitas, dan aktivitas perdagangan.

“Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa kopi telah berkembang menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang mempertemukan experience, community, dan commerce,” ujarnya.

Menurut Nixon, Indonesia memiliki berbagai modal untuk mengembangkan industri kopi secara lebih kuat. Kekayaan origin, kreativitas, talenta, merek lokal, hingga budaya minum kopi menjadi sejumlah kekuatan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya saing industri.

Namun, berbagai potensi tersebut membutuhkan koneksi yang kuat dari sisi hulu hingga hilir. Kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi dinilai menjadi bagian penting untuk menghubungkan setiap unsur dalam ekosistem kopi sehingga dapat menghasilkan peluang ekonomi yang lebih besar.

BTN juga melihat peluang untuk mendukung pelaku usaha kopi lokal agar dapat berkembang menjadi brand berskala nasional. Nixon berharap semakin banyak merek kopi lokal yang mampu memperluas pasar hingga bersaing di tingkat global.

Dalam proses tersebut, BTN ingin mengambil peran melalui dukungan terhadap transaksi dan digitalisasi bagi pelaku usaha. Penguatan aspek digital dinilai dapat membantu pelaku industri menjalankan kegiatan bisnis secara lebih praktis sekaligus membuka akses terhadap pasar yang lebih luas.

Melalui balé by BTN, perseroan mendorong pengalaman transaksi yang lebih mudah, aman, dan seamless. Bagi BTN, digitalisasi tidak hanya berarti mengalihkan transaksi konvensional ke platform digital, tetapi juga harus memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Digitalisasi juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar dan menemukan peluang bisnis baru. Dengan dukungan teknologi dan transaksi yang lebih terintegrasi, pelaku usaha kopi dapat lebih mudah mengembangkan aktivitas bisnisnya.

Nixon mengajak para pelaku industri yang terlibat dalam ICX 2026 tidak berhenti pada koneksi yang terbentuk selama pameran. Ia mendorong hubungan tersebut dilanjutkan menjadi kerja sama yang dapat memberikan manfaat setelah rangkaian acara berakhir.

“Jangan hanya membawa pulang kopi. Bawa pulang koneksi baru, inspirasi baru, dan kolaborasi baru. Mari kita lanjutkan apa yang sudah dimulai di ICX ini menjadi kolaborasi nyata setelah acara ini selesai,” ujarnya.

Selain menjadi ruang bisnis, ICX Jakarta 2026 juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif, edukasi, kompetisi, dan business networking. Berbagai kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh perkembangan industri kopi Indonesia.

Salah satu agenda edukasi yang digelar adalah Brew Talks oleh Arutala Coffee dengan tema From Roastery to Market: Building a Coffee Brand that Consumers Choose. Sesi tersebut membahas proses membangun merek kopi mulai dari biji hingga menjadi produk yang dipercaya oleh konsumen.

Rangkaian ICX Jakarta 2026 juga menghadirkan babak final Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta. Enam finalis yang tampil setelah melewati dua babak sebelumnya adalah:

  • I Putu Yoko Permana — Anomali Coffee.
  • Michelle Chandra — Kompetitor independen.
  • Diazka Setya Prakasa — Toko Kopi Tuku.
  • Aga Muhammad — Ahead Coffee and Roastery.
  • Maximillian Periatna — Ratio Coffee Brewers.
  • Abednego Ivan Laoh — Makmur Jaya Coffee Roaster.

Ketua Umum Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) Daryanto Witarsa mengatakan persaingan di babak final menunjukkan kemampuan peserta dari sisi racikan maupun presentasi. Menurutnya, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan kopi dengan cita rasa yang baik, tetapi juga mampu menyampaikan cerita melalui sajian yang dibuat.

“Enam finalis yang naik ke panggung hari ini sudah melalui seleksi yang ketat, dan yang kami lihat bukan cuma soal rasa, tapi bagaimana mereka bisa bercerita lewat kopi yang mereka sajikan. Ini yang membuat IBC tahun ini terasa lebih hidup,” ujar Daryanto.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan ICX Jakarta 2026 berhasil mempertemukan berbagai unsur dalam rantai ekosistem kopi Indonesia. Mulai dari petani, roaster, barista, brand, hingga masyarakat penikmat kopi terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Semangat yang kami lihat dari para barista muda, brand-brand kopi lokal, hingga animo pengunjung menunjukkan bahwa industri kopi Indonesia terus bergerak maju. Ini modal besar untuk membawa ekosistem kopi tanah air semakin kuat ke depannya,” ujar Daswar.

Rangkaian ICX Jakarta 2026 kemudian ditutup dengan Coffee Rave Party yang menghadirkan Moluccan Soul. Penutupan tersebut sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian Indonesia Coffee Expo 2026 yang sebelumnya berlangsung di Surabaya dan Medan.

Berakhirnya rangkaian pameran tersebut menjadi momentum bagi para pelaku industri untuk melanjutkan hubungan dan peluang bisnis yang telah terbentuk. Bagi BTN, penguatan kolaborasi dan pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting untuk membantu ekosistem kopi Indonesia berkembang dari sisi usaha hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.