Kualitas Udara Memburuk akibat Karhutla, Warga Diminta Pantau ISPU Sebelum Beraktivitas
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut dia, pemeriksaan terutama penting bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
"Jadi jangan tunggu dua tiga hari karena di sekitar kita menit demi menit kan terisap asap itu. Hari ini ada keluhan hari ini berobat ke fasilitas kesehatan supaya apa yang mau dilakukan," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang telah memiliki penyakit tertentu, seperti asma, untuk menyesuaikan pengobatan sesuai kondisi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 5,4 juta orang di tujuh provinsi terdampak karhutla. Ketujuh provinsi tersebut yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
Tujuh provinsi itu juga telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan karhutla yang melanda sejumlah provinsi di Indonesia sepanjang 2026 telah menimbulkan dampak kesehatan yang serius.
"Data Kemenkes mencatat lebih dari 50 ribu kasus ISPA hingga akhir Agustus, dengan hampir 40 ribu di antaranya terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun, termasuk lansia," kata Imran di Jakarta, Selasa (1/9).
Di tengah kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat di wilayah Kalimantan dan Sumatera rutin memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk melindungi diri dari paparan asap tebal akibat karhutla.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Kamis, mengatakan pemantauan ISPU penting dilakukan karena sebaran polutan asap tebal terdeteksi semakin meluas berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Masyarakat dapat melihat kualitas udara di kabupaten atau tempat tinggal, sehingga informasi ini tentu melindungi diri kita dari bahaya polutan karena asap yang ada di sekitar kita," kata Berton.
Ia memaparkan konsentrasi polutan asap tebal saat ini terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Sementara di Pulau Sumatera, konsentrasi polutan pekat terpantau di Provinsi Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!