Abu Vulkanik Capai Jakarta, Dinkes DKI Minta Warga Waspada dan Lindungi Pernapasan

Minggu, 06 Sep 2026, 10:15 WIB

JAKARTA - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan setelah abu vulkanik terdeteksi mencapai wilayah Jakarta. Warga diminta melakukan berbagai langkah perlindungan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu tersebut.

Dinkes DKI menjelaskan abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dari debu biasa karena partikelnya berukuran sangat kecil dan dapat mengandung silika serta material kaca vulkanik yang bersifat abrasif. Paparan abu melalui pernapasan atau kontak langsung dengan tubuh dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Ket. Foto: Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan setelah abu vulkanik terdeteksi mencapai wilayah Jakarta. Warga diminta melakukan berbagai langkah perlindungan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu tersebut. — Sumber: ANTARA

Abu vulkanik yang terhirup dapat menimbulkan sejumlah keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, hingga sesak napas. Kondisi tersebut juga berpotensi memperburuk penyakit pernapasan, termasuk asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).

Selain saluran pernapasan, mata juga perlu mendapat perlindungan karena paparan abu dapat menyebabkan rasa perih, mata merah, serta sensasi seperti ada benda asing di dalam mata. Kontak abu dengan kulit juga dapat memicu rasa gatal dan iritasi sehingga masyarakat perlu memperhatikan kebersihan setelah beraktivitas di luar rumah.

Dinkes DKI mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama ketika konsentrasi abu di lingkungan sekitar meningkat. Pintu dan jendela rumah juga sebaiknya ditutup rapat untuk mengurangi kemungkinan abu masuk ke dalam ruangan.

Apabila harus bepergian, warga dianjurkan menggunakan masker KN95 atau N95 yang dapat membantu menyaring partikel halus. Kacamata pelindung juga disarankan untuk mengurangi risiko abu mengenai mata selama berada di luar ruangan.

Setelah kembali ke rumah, masyarakat dianjurkan segera mandi dan keramas serta mengganti pakaian yang digunakan selama berada di luar. Pakaian yang terkena abu sebaiknya dicuci secara terpisah, sedangkan mata dan hidung dapat dibilas menggunakan air bersih apabila diperlukan.

Masyarakat yang harus membersihkan abu di teras rumah, kendaraan, maupun lingkungan sekitar juga diminta memperhatikan perlindungan diri. Sebelum melakukan pembersihan, gunakan masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian berlengan panjang, dan sepatu tertutup untuk mengurangi risiko abu terhirup atau mengenai kulit.

Dinkes DKI mengingatkan warga agar tidak menyapu abu dalam kondisi kering karena aktivitas tersebut dapat membuat partikel kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup. Sebelum dibersihkan, abu sebaiknya diperciki air secukupnya agar partikelnya menjadi lebih berat dan tidak mudah menyebar ke udara.

Namun, masyarakat diminta tidak menyiram abu dengan air secara berlebihan ketika melakukan pembersihan. Abu yang menggumpal dalam jumlah banyak dapat menyumbat saluran air dan berpotensi menimbulkan genangan.

Setelah selesai membersihkan area yang terdampak abu, masyarakat dianjurkan melepas masker di luar ruangan sebelum masuk ke rumah. Warga kemudian disarankan mandi dan keramas, mengganti pakaian, mencuci pakaian yang terpapar secara terpisah, serta membilas mata dan hidung menggunakan air bersih.

Masyarakat juga diingatkan untuk mencukupi kebutuhan air putih setelah melakukan aktivitas di lingkungan yang terpapar abu vulkanik. Langkah sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh selama kualitas udara terdampak abu.

Dinkes DKI memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan PPOK. Kelompok tersebut diminta lebih berhati-hati dan membatasi paparan abu vulkanik sebanyak mungkin.

Apabila mengalami sesak napas, batuk yang semakin berat, nyeri dada, atau gangguan penglihatan, masyarakat diminta segera mendapatkan pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Penanganan lebih cepat diperlukan apabila keluhan yang muncul semakin berat atau mengganggu aktivitas.

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat tetap waspada selama kondisi abu vulkanik berlangsung. Warga diminta menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan menerapkan langkah perlindungan serta segera mencari bantuan medis apabila mengalami gangguan kesehatan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.