- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kurang dari Setahun Dua Ke...
Kurang dari Setahun Dua Kecelakaan Maut, Keamanan Kereta Cepat Spanyol Jadi Sorotan
Jumat, 30 Okt 2026, 00:02 WIBMADRID â Kebanggaan Spanyol terhadap jaringan kereta api berkecepatan tinggi kini dibayangi pertanyaan serius mengenai keselamatan. Dua kecelakaan maut dalam sembilan bulan terakhir, dengan total korban tewas mencapai sedikitnya 114 orang, memicu desakan agar sistem keamanan dan pemeliharaan jalur kereta dievaluasi secara menyeluruh.
Dari The Guardian, kecelakaan terbaru terjadi pada Rabu (28/10/) pagi di Provinsi Toledo. Sedikitnya 68 orang dilaporkan tewas setelah sebuah kereta cepat menabrak kereta lain yang berhenti di jalur, menyebabkan sejumlah gerbong tergelincir. Kedua kereta tersebut diperkirakan mengangkut total 544 penumpang.
Insiden ini menjadi pukulan berat bagi jaringan kereta cepat Spanyol, yang merupakan terluas di Eropa dan terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.
Menteri Transportasi Spanyol Ãscar Puente mengatakan, kecelakaan diduga berkaitan dengan gangguan sistem keamanan yang berhenti berfungsi sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Kerusakan komputer tersebut menyebabkan sekitar enam kereta berhenti di sepanjang jalur sepanjang 63 kilometer.
Namun, situasi justru berakhir tragis setelah pusat kendali di Madrid memerintahkan salah satu kereta untuk kembali melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal. Kereta tersebut kemudian menabrak kereta Iryo yang masih berhenti di jalur.
âPusat kendali, melalui operatornya, yang membuat keputusan untuk melanjutkan operasi dalam keadaan yang, dari sudut pandang kami, tidak dapat dijelaskan,â kata Puente kepada wartawan.
Operator kereta api milik negara, Renfe, juga mengonfirmasi bahwa keretanya diperintahkan untuk melanjutkan perjalanan sebelum menabrak kereta Iryo yang berhenti di jalur. Namun, pihak Renfe menyatakan belum mengetahui alasan kereta tersebut berada dalam posisi berhenti.
Dua kecelakaan, satu jaringan yang sama
Kecelakaan terbaru ini mengingatkan publik pada tragedi Januari lalu di dekat Adamuz, wilayah Andalusia, yang menewaskan 46 orang dan melukai puluhan lainnya.
Media Spanyol segera menyoroti sejumlah kesamaan antara kedua insiden tersebut. Selain melibatkan operator kereta yang sama, keduanya terjadi di jalur yang menghubungkan Madrid dengan wilayah Andalusia di selatan. Jalur itu merupakan salah satu bagian tertua dalam jaringan kereta cepat Spanyol.
Tragedi Januari sebelumnya telah memicu perdebatan mengenai kondisi rel dan efektivitas pemeliharaan infrastruktur. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan tersebut masih diselidiki.
Laporan awal mengindikasikan kemungkinan kerusakan pada rel atau sambungan las di antara dua bagian rel. Meski demikian, penyelidik masih mendalami sejumlah kemungkinan lain.
Rentetan kecelakaan ini kembali memunculkan pertanyaan: apakah pengembangan jaringan kereta cepat Spanyol telah diimbangi dengan pemeliharaan dan pengawasan keselamatan yang memadai?
Perjalanan melonjak 40 persen
Sorotan terhadap keselamatan muncul di tengah pesatnya pertumbuhan pengguna kereta api di Spanyol.
Perjalanan kereta api meningkat sekitar 40 persen selama periode 2019â2024, bertepatan dengan pembukaan jaringan tersebut bagi operator swasta. Pada semester pertama 2026 saja, sekitar 25 juta penumpang menggunakan layanan kereta cepat di negara itu.
Kereta api juga menyumbang sekitar 57 persen dari seluruh transportasi di Spanyol, menjadikannya salah satu moda penting bagi mobilitas masyarakat.
Peningkatan jumlah penumpang tersebut membuat keandalan jaringan semakin krusial. Gangguan sistem, kesalahan pengambilan keputusan, atau persoalan infrastruktur dapat berdampak pada banyak perjalanan sekaligus.
Pemerintah Spanyol menyatakan telah meningkatkan anggaran pemeliharaan jaringan kereta api sebesar 54 persen sejak Partai Sosialis pimpinan Perdana Menteri Pedro Sánchez berkuasa pada 2018.
Spanyol bahkan tercatat sebagai negara dengan pengeluaran terbesar untuk jaringan kereta cepat. Berdasarkan analisis Reuters terhadap data Uni Eropa, negara tersebut menghabiskan rata-rata sekitar 1,5 miliar euro per tahun untuk jaringan kereta cepat pada periode 2018â2022.
Lebih dari 90 persen jaringan kereta api Spanyol juga telah dilengkapi sistem kontrol keselamatan dengan tingkat tertinggi di Uni Eropa.
Namun, besarnya investasi belum sepenuhnya menghapus kekhawatiran mengenai kondisi infrastruktur yang sudah berusia tua.
Pemeliharaan tertinggal dari pembangunan
Meski menggelontorkan dana besar, sebagian besar investasi Spanyol diduga masih diarahkan pada pembangunan infrastruktur baru. Sekitar 16 persen dari pendanaan tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan, pembaruan, dan peningkatan fasilitas yang telah ada.
Data Komisi Eropa menunjukkan, investasi pemeliharaan untuk jaringan kereta cepat Spanyol yang membentang sekitar 4.000 kilometer masih tertinggal dibandingkan negara-negara seperti Jerman dan Swiss.
Perbandingan itu perlu mempertimbangkan perbedaan usia jaringan, biaya pekerjaan umum, serta harga material di masing-masing negara. Meski begitu, kesenjangan investasi pemeliharaan tetap menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian.
Hingga sebelum rangkaian kecelakaan tahun ini, Spanyol termasuk negara dengan tingkat kecelakaan kereta api yang relatif rendah di Uni Eropa. Data Eurostat menunjukkan tingkat korban jiwa sebelumnya hanya sekitar satu atau kurang untuk setiap 1.000 kilometer jalur kereta api.
Reputasi tersebut kini menghadapi ujian berat setelah dua kecelakaan maut terjadi dalam waktu kurang dari setahun.
Serikat pekerja telah memperingatkan masalah keselamatan
Kekhawatiran mengenai keselamatan juga telah disuarakan serikat pekerja kereta api sebelum kecelakaan terbaru terjadi.
Serikat pengemudi kereta api terbesar di Spanyol telah merencanakan aksi mogok selama 24 jam di Renfe pada Kamis, sehari setelah tragedi di Toledo.
Mereka menuntut perubahan sistem untuk meningkatkan keselamatan, termasuk penerapan protokol darurat terkait kondisi iklim dan penyediaan saluran komunikasi bagi pekerja untuk melaporkan persoalan di lapangan.
Serikat tersebut juga meminta jaminan bahwa layanan kereta api dapat beroperasi secara andal dan aman.
âKami menuntut solusi teknis yang nyata dan pasti untuk masalah keselamatan dan keandalan yang telah lama menghantui armada kereta api kami,â demikian pernyataan serikat pekerja tersebut.
Aksi mogok bergilir selama enam hari juga direncanakan bagi para pengemudi kereta cepat Ouigo.
Desakan para pekerja itu kini kembali mendapat perhatian setelah kecelakaan di Toledo menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Namun, sejauh ini belum ada kesimpulan yang membuktikan bahwa persoalan yang mereka soroti menjadi penyebab langsung kecelakaan terbaru.
Sánchez: Dua kecelakaan dalam setahun tidak dapat diterima
Perdana Menteri Pedro Sánchez berjanji mengambil langkah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap jaringan kereta cepat Spanyol.
âKarena sungguh tidak dapat diterima bagi negara seperti Spanyol untuk mengalami dua kecelakaan kereta api berkecepatan tinggi dalam tahun yang sama, seperti yang telah kita alami,â kata Sánchez pada Rabu.
Kecelakaan terbaru ini menjadi tragedi kereta api terburuk di Spanyol sejak 2013, ketika 80 orang tewas setelah sebuah kereta keluar dari rel di tikungan dekat Santiago de Compostela, wilayah barat laut negara tersebut.
Dengan jumlah korban dari dua kecelakaan tahun ini yang telah melampaui 110 orang, pemerintah kini menghadapi tekanan untuk memastikan bahwa sistem keselamatan, prosedur pengendalian perjalanan, dan pemeliharaan infrastruktur benar-benar berjalan sebagaimana mestinya.
Bagi Spanyol, tantangannya bukan sekadar mempertahankan predikat sebagai pemilik jaringan kereta cepat terbesar di Eropa, melainkan membuktikan bahwa kecepatan dan perluasan layanan tidak mengorbankan keselamatan penumpang.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Produk Kecantikan RI Unjuk Gigi di Dubai, Peluang Ekspor Rp39,8 Miliar
-
TNI Sediakan 30.000 Porsi Makan Gratis Untuk Masyarakat Di Monas
-
Jamu Persik Kediri di Jalak Harupat, Persib Bandung Targetkan Kemenangan
-
Dorong Ekonomi Sirkular, XLSMART Bawa #ByeByeBox untuk Kelola E-Waste ke ITB
-
DPRD DKI Soroti Desil Bansos Tak Tepat Sasaran, 94 Ribu Anak Terancam Tak Sekolah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.