Tim Unsri Kenalkan Teknologi Ramah Lingkungan ke Peternak Lele
Jumat, 04 Sep 2026, 21:32 WIBPALEMBANG -- Tim dosen Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang mengenalkan teknologi ramah lingkungan green waste (g-waste) aquaculture berbasis zero water exchange kepada pembudi daya ikan lele di Sumatera Selatan (Sumsel).
"Salah satu daerah sasaran pengenalan teknologi ramah lingkungan itu, yakni Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Usaha Makmur di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel," kata ketua tim pelaksana kegiatan, Mirna Fitrani, di Palembang, Jumat.
Pada September ini, tim dosen bersama mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, intensif melakukan sosialisasi dan pelatihan penerapan teknologi ramah lingkungan itu kepada Pokdakan Usaha Makmur, penyuluh perikanan, dan perangkat Desa Tanjung Seteko.
Dalam kegiatan itu, tim menyampaikan gambaran umum permasalahan selama ini dihadapi para pembudi daya, mulai dari akumulasi limbah organik sisa pakan dan feses ikan, tingginya kadar amonia, hingga ketergantungan pada pergantian air dalam frekuensi tinggi yang menambah beban biaya operasional.
Pelatihan tersebut berlangsung partisipatif. Mitra tidak hanya menerima materi teoretis, tetapi dilibatkan dalam praktik pengukuran parameter kualitas air, seperti suhu, tingkat keasaman (pH), oksigen terlarut, dan amonia.
Tim juga mengenalkan rancangan lahan percontohan (demonstration plot/demplot) berskala lapangan yang diharapkan menjadi unit percontohan untuk pembelajaran bagi anggota kelompok maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut, bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis masyarakat yang didanai DIPA Universitas Sriwijaya Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan ini juga sejalan dengan capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6 tentang pengelolaan air bersih, serta mendukung program unggulan Unsri di bidang ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, salah satu wujud implementasi prinsip Diktisaintek Berdampak, yang menekankan pemanfaatan hasil riset sebagai solusi konkret bagi masyarakat.
Ke depan, tim akan melanjutkan program itu dengan tahap pendampingan teknis secara berkala, pembangunan unit demplot di lokasi mitra, hingga monitoring dan evaluasi capaian.
Dia menjelaskan teknologi yang dikenalkan kepada pembudi daya ikan tersebut, hasil pengembangan riset tim di bidang manajemen kualitas air dan sistem constructed wetland berbasis resirkulasi (RAS) untuk mengolah limbah budi daya lele.
Sistem yang dikenalkan kepada mereka memungkinkan air budi daya didaur ulang secara terus-menerus melalui unit biofilter dan media tanaman air, sehingga limbah organik tidak perlu dibuang, melainkan diproses kembali menjadi nutrien yang bermanfaat.
Melalui upaya tersebut diharapkan pembudi daya tidak perlu lagi mengandalkan pergantian air secara rutin, yang selama ini menjadi salah satu sumber inefisiensi terbesar usaha mereka.
Beberapa indikator keberhasilan yang ditargetkan antara lain penurunan kadar amonia hingga lebih dari 30 persen, penurunan frekuensi pergantian air hingga lebih dari 70 persen, serta terbentuk kelompok sadar lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan program di tingkat desa.
"Kami berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi titik awal transformasi sistem budi daya di Tanjung Seteko menuju praktik yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudi daya secara nyata," ujar Mirna.
Seorang perwakilan Pokdakan Usaha Makmur Idris menyampaikan apresiasi atas perhatian tim Unsri terhadap kelompok mereka.
Selama ini, sistem budi daya yang dijalankan warga desa masih bersifat tradisional hingga semi-intensif, bergantung pada air rawa dan air hujan, tanpa dukungan sistem pengelolaan kualitas air yang terukur.
"Sehingga pelatihan ini dinilai menjawab kebutuhan mendesak yang selama ini dirasakan langsung oleh para pembudi daya," katanya.Â
- fakultas pertanian unsri
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.