Tak Mau Lagi Semrawut, Cirebon Kejar Transformasi Kalibaru hingga Akhir Tahun

Jumat, 04 Sep 2026, 20:50 WIB

CIREBON – Penataan kawasan sungai semakin penting di tengah meningkatnya tekanan akibat sedimentasi, sampah, penyempitan alur, dan perkembangan permukiman di bantaran.

Upaya ini bukan sekadar memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis sungai sekaligus menciptakan kawasan yang lebih tertata.

Ket. Foto: Progres penataan kawasan Kalibaru di Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Cirebon

Karena itu, penataan sungai perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan keberadaan masyarakat di sekitarnya.

Pendekatan yang tepat diharapkan mampu menjadikan sungai bukan hanya sebagai saluran air, tetapi juga bagian penting dari ruang hidup yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menargetkan penataan kawasan Kalibaru rampung pada akhir 2026, dengan progres pekerjaan saat ini mencapai sekitar 10 persen untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Jumat (4/9), mengatakan penataan terus dilakukan secara bertahap dan sejumlah pekerjaan fisik mulai terlihat di kawasan tersebut.

"Sudah ada proses penataan dan pembangunan. Akhir tahun ini semuanya sudah selesai, baik Kalibaru maupun Sukalila," katanya.

Pemerintah Kota Cirebon akan terus memantau perkembangan pekerjaan untuk memastikan penataan kawasan berjalan sesuai rencana.

Dia menjelaskan salah satu pekerjaan yang dilakukan saat ini berupa pengerukan di kawasan Kalibaru yang dilakukan secara manual karena kondisi lokasi tersebut tidak memungkinkan alat berat masuk seperti pada penataan Sungai Sukalila.

"Di Sukalila ada jalur untuk alat berat bisa masuk, sementara di Kalibaru kondisinya tidak seperti di Sungai Sukalila, sehingga pengerjaannya dilakukan secara manual," ujarnya.

Selain pengerjaan fisik, kata dia, pemerintah daerah menyiapkan penerangan di kawasan Kalibaru dan Sukalila untuk mendukung kenyamanan masyarakat.

Ia menjelaskan penerangan dari sisi selatan hingga utara kawasan tersebut telah dilakukan Pemkot Cirebon, sedangkan tambahan lampu akan disediakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Nanti ada dua lampu, satu penerangan ke arah sungai dan satu lagi ke arah pedestrian. Jadi kawasan ini diharapkan bisa lebih terang dan nyaman," katanya.

Ia menjelaskan penataan kawasan tersebut akan diikuti dengan pengaturan lalu lintas, untuk menyesuaikan kondisi setelah pekerjaan selesai.

Edo mengatakan Dinas Perhubungan Kota Cirebon sedang mengkaji kemungkinan rekayasa arus kendaraan di sekitar Kalibaru dan Sukalila.

Hasil kajian tersebut, kata dia, akan disosialisasikan kepada masyarakat sebelum dilakukan uji coba rekayasa lalu lintas.

Ia berharap, seluruh pekerjaan penataan dapat berjalan lancar sehingga kawasan Kalibaru dan Sukalila dapat selesai sesuai target pada akhir tahun.

"Semoga seluruh proses penataan dapat berjalan lancar sehingga target penyelesaian pada akhir tahun dapat tercapai," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.