Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Dalami Panyalahgunaan Data Bansos untuk Judol

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemensos Dalami Panyalahgunaan Data Bansos untuk Judol Doc: Antara
Ket. Arsip - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (kanan) didampingi Wamensos Agus Jabo Priyono (kiri) melantik sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos) di kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mendalami indikasi penyalahgunaan kartu tanda penduduk (KTP) penerima bantuan sosial (bansos) milik kelompok rentan menyusul ditemukannya lebih dari 1,4 juta data penerima manfaat yang terindikasi terlibat judi daring (online) atau judol.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pemerintah tidak serta-merta mencabut hak bansos warga miskin karena terdapat fenomena penyalahgunaan data pribadi milik lansia atau keluarga tidak mampu oleh pihak lain maupun anggota keluarga mereka.

“Ada 1.400.000 lebih terindikasi penerima bansos bermain judol. Sekarang kita dalami, ada fenomena KTP penerima bansos dimanfaatkan orang lain untuk membuat akun, membeli motor, atau langganan listrik,” kata Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.

Dia menjelaskan, selain faktor pencurian data KTP oleh pihak ketiga, penyelidikan Kemensos juga menemukan kasus di mana transaksi judi daring dilakukan oleh anak atau kerabat penerima manfaat tanpa pengetahuan pemilik KTP yang sebenarnya.

Kemensos dipastikan akan melakukan verifikasi ulang di lapangan bagi lansia atau warga tidak mampu yang bansosnya sempat tertolak atau terhenti akibat indikasi tersebut. “Jika terbukti memenuhi kriteria dan tidak bersalah secara langsung, bansos akan tetap disalurkan,” cetusnya.

Pemutakhiran DTSEN

Guna mencegah kebocoran data pribadi penerima bansos di masa mendatang, dia menegaskan bahwa Kemensos menyiapkan mitigasi keandalan sistem informasi digital serta berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Polri dalam menindak kejahatan siber serta aktivitas judi daring.

Gus Ipul menyakinkan bahwa pemutakhiran data tunggal sosial ekonomi secara terpadu (DTSEN) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) kini juga mampu memilah secara terperinci penyebab perubahan status ekonomi warga miskin, baik yang lepas dari bansos karena graduasi mandiri, efektivitas intervensi program pemerintah, maupun akibat kepemilikan data bermasalah.

Kemensos juga akan menerjunkan puluhan ribu relawan dan pendamping sebagai agen perubahan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang belum memiliki perangkat digital agar tetap terlayani dalam proses penataan dan perbaikan data bansos.

Menurut Mensos langkah tersebut merupakan bagian dari upaya transformasi digital pencairan dan pengusulan bansos tanpa mengesampingkan keterbatasan akses teknologi sebagian warga.

“Kita ajak pendamping, tokoh masyarakat, dan relawan yang kita sebut sebagai agen perubahan untuk mendampingi masyarakat ketika ada digitalisasi bansos, seperti waktu uji coba di Banyuwangi, kita libatkan puluhan ribu agen perubahan,” kata Mensos.

Dia menjelaskan ke depannya sistem digitalisasi bansos akan memungkinkan siapa saja untuk mengajukan diri sebagai penerima manfaat. Namun, keputusan kelayakan penerima bansos tidak lagi ditentukan secara manual, melainkan melalui mesin dan aplikasi terintegrasi.

Aplikasi penguji kelayakan tersebut dihubungkan langsung dengan data kementerian dan lembaga lain, seperti Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait kepemilikan tanah, serta Kepolisian RI terkait kepemilikan kendaraan bermotor.

Pemerintah saat ini tengah menjalankan digitalisasi bansos di 153 kabupaten/kota di 38 provinsi. Digitalisasi pendaftaran bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) atau sembako telah berjalan dan menjangkau lebih dari 3 juta keluarga terdaftar menuju target 49 juta keluarga pendaftar atau lebih dari 50 persen keluarga Indonesia pada saat implementasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Dinkes Waspada Penularan Su...
Daerah
PT Pertamina Bersama DPRD B...
Nasional
Mengembalikan Illicit Enric...
Luar Negeri
Delegasi Korea Utara Hadiri...
Daerah
Karhutla di TN Gunung Rinja...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.