Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur BI: Likuiditas Perbankan Sebenarnya Ada, tapi Persebarannya Tak Merata

24 Kamis, 03 Sep 2026, 14:53 WIB | Oleh:
Gubernur BI: Likuiditas Perbankan Sebenarnya Ada, tapi Persebarannya Tak Merata Gubernur BI: Likuiditas Perbankan Sebenarnya Ada, tapi Persebarannya Tak Merata Doc: antara foto
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan kondisi likuiditas perbankan secara umum tetap tersedia, namun persebarannya belum merata sebagaimana tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) antarbank yang bervariasi.

“Likuiditas itu sebenarnya ada. Tapi tinggal sekarang kalau kita bicara likuiditas, penyebarannya merata atau tidak,” kata Destry dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, di Jakarta, Kamis (3/9).

Secara umum, Destry menjelaskan bahwa kondisi likuiditas yang memadai tercermin dari rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) yang masih cukup baik, yakni berada di kisaran 23-24 persen secara industri.

Selain itu, kondisi likuiditas juga tercermin dari suku bunga di pasar IndONIA. Ia menjelaskan, IndONIA yang merupakan suku bunga overnight di Pasar Uang Antarbank (PUAB) sempat mencapai level tertinggi 6,5 persen, kemudian turun menjadi 5,9 persen, dan saat ini sedikit meningkat ke kisaran 6 persen. Meski demikian, level tersebut masih lebih rendah dibandingkan peak level sebelumnya.

Destry menambahkan, kondisi likuiditas juga dapat dilihat dari perkembangan uang beredar atau M0 (base money). Terkait hal ini, BI terus berkoordinasi erat dengan Menteri Keuangan untuk memastikan M0 tetap tumbuh dua digit.

Untuk melihat apakah penyebaran likuiditas telah merata, BI terlebih dahulu melihat kondisi likuiditas masing-masing bank serta bagaimana likuiditas tersebut dimanfaatkan. Salah satu indikator yang ditinjau adalah LDR masing-masing bank.

Ia menjelaskan bahwa bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat ini memiliki LDR yang relatif tinggi, karena pertumbuhan kredit pada kelompok bank tersebut cukup besar.

“Kalau kita lihat, LDR bank-bank itu tidak merata. Jadi artinya di sini kita lihat likuiditas yang ada di industri itu segmented, jadi tidak terdistribusi secara merata,” kata Destry.

Dia mengatakan pula bahwa pertumbuhan kredit pada Juli 2026 telah mencapai 13,6 persen, sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) tercatat 11,21 persen. Kondisi tersebut menunjukkan adanya gap antara pertumbuhan kredit dan DPK.

“Kalau sebelumnya di periode sebelumnya, DPK itu selalu tumbuh di atas kredit. Tapi belakangan kredit itu sudah tumbuh melebihi DPK,” kata Destry.

Menurutnya, BI terus memperhatikan bank-bank yang pertumbuhan kreditnya lebih cepat, termasuk bank yang mengalami penurunan DPK. Pemantauan tersebut dilakukan secara lebih granular untuk melihat kondisi likuiditas masing-masing bank.

“Jadi kami di Bank Indonesia sekarang analisa itu benar-benar kita lihat secara granular, kita lihat bank-bank mana yang memang likuiditasnya tight dan mana yang overliquid,” kata dia.

Destry juga menyoroti sumber pertumbuhan kredit yang masih banyak didorong oleh state-led growth, meskipun kontribusi dari kelompok swasta mulai meningkat, khususnya swasta non-IKNB.

Ia mengingatkan bahwa intermediasi dan likuiditas merupakan dua hal yang saling terkait.

Di satu sisi, kondisi likuiditas masih tersegmentasi sehingga diperlukan kebijakan untuk mendorong distribusinya agar lebih merata. Di sisi lain, intermediasi saat ini masih bersifat state-led, dengan pertumbuhan yang didorong oleh pemerintah serta kelompok swasta non-IKNB.

“Jadi artinya kami di Bank Indonesia memahami problem ini, sehingga kita perlu suatu kebijakan yang memang akhirnya sifatnya targeted,” kata Destry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.