- Home
-
- Megapolitan
-
- Terbongkar Cara Sindikat G...
Terbongkar Cara Sindikat Ganjal ATM di Jakbar Beraksi, Ternyata Belajarnya Secara Otodidak
Rabu, 02 Sep 2026, 00:24 WIBJAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Nasriadi menyampaikan bahwa sindikat pencuri yang telah menguras uang korban hingga Rp205 juta dengan modus ganjal mesin ATM mempelajari aksi kriminalnya secara otodidak.
Ia menyebut, sindikat yang terdiri dari empat orang itu membekali diri dengan puluhan kartu ATM palsu yang dicetak secara khusus untuk mengelabui para korbannya di gerai ATM.
"Mereka beraksi di beberapa bank dan telah mencetak banyak kartu ATM palsu sebagai 'modal'. Contohnya, jika mereka beraksi di galeri ATM Bank A, mereka sudah menyiapkan kartu cadangan palsu yang menyerupai kartu Bank A tersebut," kata Nasriadi dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Nasriadi mengatakan, dari keempat anggota sindikat, ada satu orang yang memantau dari luar, dan ada yang siaga di dalam gerai ATM sebanyak dua orang.
"Tugas dua orang yang berada di dalam ini adalah mengganjal tempat masuknya kartu ATM menggunakan tusuk gigi. Setelah itu, mereka menunggu korban datang," kata dia.
Ketika korban datang dan mencoba memasukkan kartunya ke mesin ATM, kata Nasriadi, kartunya tidak bisa masuk.
"Kemudian, salah satu pelaku berpura-pura menawarkan bantuan kepada korban dengan mengatakan, "Kenapa, Bu, Pak? ATM-nya tidak bisa masuk? Coba saya bantu," ujar Nasriadi meniru perkataan pelaku.
Tawaran bantuan yang adalah jebakan itu pun rupanya diindahkan oleh korban, sehingga korban menyerahkan kartu ATM aslinya kepada pelaku.
"Secara cepat, pelaku mengganti ATM asli milik korban dengan ATM palsu yang sudah disiapkan, lalu ATM palsu tersebutlah yang diserahkan kembali kepada si korban," katanya.
Setelah korban memasukkan ATM yang palsu tadi, ada satu lagi anggota sindikat yang khusus bertugas untuk mengintip dan menghafalkan nomor PIN korban.
"Ketika korban memencet nomor PIN-nya, karena kartu tersebut palsu, maka akan muncul keterangan di layar mesin seperti 'Kartu Anda tidak bisa diproses' atau 'Hubungi bank setempat'. Namun, pada titik ini, pelaku yang satunya sudah berhasil mengetahui PIN korban," lanjut dia.
Setelah mereka menguasai ATM yang asli dan mengetahui PIN-nya, para pelaku ini akan segera pergi ke mesin ATM lain untuk menguras uang yang ada di rekening korban.
"Mereka beraksi di beberapa bank dan telah mencetak banyak kartu ATM palsu sebagai modal (aksi kriminal)," papar Nasriadi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Sipayung menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para pelaku mengaku baru melakukan aksinya sebanyak dua kali.
Aksi terakhir pada Februari berhasil diungkap polisi setelah menerima laporan korban dan memantau pergerakan pelaku yang kembali menyatroni Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Untuk aksinya, kami baru mendalami dua kali kejadian, namun akan kami lakukan pengembangan kembali," kata Arfan.
Polisi juga membeberkan bahwa para tersangka tidak memiliki latar belakang sebagai pekerja perbankan. Keterampilan mengganjal mesin dan memalsukan kartu diperoleh murni dari proses belajar mandiri.
Untuk keperluan pencetakan kartu palsu, kata Arfan, para pelaku memanfaatkan jasa tempat percetakan umum dengan dalih pemesanan untuk koleksi pribadi guna menghindari kecurigaan.
Saat ini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman guna mendalami potensi lokasi kejadian perkara lain.
- Pengganjal ATM
- Komplotan Ganjal ATM
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.