Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tablet Dispilio, Jejak Awal Tulisan Manusia yang Masih Menjadi Misteri

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 07:12 WIB | Oleh:

Di permukaannya terdapat guratan-guratan berupa tanda yang dibuat dengan cara mengukir material kayu. Di sinilah persoalan besar dimulai. Tanda tersebut memang terlihat seperti simbol yang sengaja dibuat, namun tidak setiap simbol otomatis merupakan sistem tulisan.

Manusia telah menggunakan simbol jauh sebelum munculnya sistem tulisan formal. Gambar, tanda kepemilikan, simbol ritual, penanda jumlah, dan pola dekoratif telah lama memiliki makna bagi masyarakat yang membuatnya. Karena itu, para arkeolog harus menjawab pertanyaan yang lebih sulit: apakah guratan pada tablet Dispilio sekadar simbol, atau merupakan bagian dari sistem komunikasi tertulis?

Berusia Sekitar 5.260 SM

Penentuan usia tablet merupakan salah satu aspek paling penting dari penelitian Dispilio. Penanggalan radiokarbon terhadap material kayu menghasilkan perkiraan usia sekitar 5.260 SM. Artinya, benda tersebut dibuat lebih dari 7.000 tahun yang lalu.

Penelitian mengenai kronologi absolut situs Dispilio yang diterbitkan pada tahun 2024 memberikan konteks tambahan terhadap penanggalan tersebut. Para peneliti menggunakan peristiwa kosmik yang terjadi pada tahun 5.259 SM sebagai penanda waktu dalam menyusun kronologi absolut situs.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan lonjakan isotop karbon radioaktif yang dikenal sebagai Miyake event (peristiwa Miyake). Jejak peristiwa kosmik semacam itu dapat tersimpan dalam cincin pertumbuhan pohon dan digunakan sebagai penanda waktu.

Metode tersebut memberikan kesempatan bagi peneliti untuk menghubungkan kronologi arkeologis dengan peristiwa alam yang tanggalnya dapat ditentukan secara pasti. Meski demikian, penanggalan harus dipahami secara tepat.

Tanggal sekitar 5.260 SM terutama menunjukkan usia material atau konteks fisik artefak. Angka tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sistem simbol pada tablet telah digunakan secara luas sejak tanggal tersebut.

Lebih Tua dari Sumeria

Pertanyaan mengenai usia inilah yang membuat tablet Dispilio kerap disebut sebagai kandidat “tulisan tertua”. Namun, pernyataan tersebut perlu diberi batasan teoretis. Tulisan paku Sumeria merupakan salah satu sistem tulisan paling awal yang diketahui dan terdokumentasi secara meyakinkan. Bukti-bukti dari Mesopotamia pada akhir milenium keempat SM menunjukkan penggunaan tanda yang semakin sistematis untuk pencatatan administratif.

Artefaknya memang lebih tua, tetapi tanda-tandanya belum dapat dibaca. Belum diketahui apakah tanda tersebut memiliki tata bahasa, struktur fonetik, atau hubungan tertentu dengan bahasa lisan. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.