Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tablet Dispilio, Jejak Awal Tulisan Manusia yang Masih Menjadi Misteri

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 07:12 WIB | Oleh:
Tablet Dispilio, Jejak Awal Tulisan Manusia yang Masih Menjadi Misteri Doc: Kredit: Wikimedia Commons.
Ket. Tablet Dispilio, Teks Tertulis Paling Awal Ditemukan di Yunani.

PERNYATAAN tersebut tampak sederhana, tetapi jawabannya masih menjadi salah satu perdebatan panjang dalam dunia arkeologi. Selama puluhan tahun, sejarah tulisan kerap dikaitkan dengan munculnya masyarakat perkotaan di Mesopotamia dan perkembangan tulisan paku (cuneiform) di Sumeria sekitar akhir milenium keempat sebelum Masehi (SM).

Namun, sejumlah temuan dari Eropa Neolitikum menunjukkan bahwa penggunaan simbol untuk menyampaikan informasi mungkin memiliki sejarah yang jauh lebih panjang. Salah satu artefak yang terus menarik perhatian adalah sebuah tablet kayu dari situs arkeologi Dispilio, di tepi Danau Kastoria, Yunani utara.

Tablet tersebut ditemukan pada tahun 1993 dalam penggalian permukiman Neolitikum dan memiliki sejumlah tanda yang diukir pada permukaannya. Usianya diperkirakan lebih dari 7.000 tahun dengan penanggalan terhadap material kayu menempatkannya sekitar 5.260 SM.

Angka tersebut membuat tablet Dispilio menjadi artefak penting dalam pembahasan mengenai asal-usul tulisan. Jika tanda-tanda yang terdapat di permukaannya suatu hari terbukti merupakan bagian dari sistem tulisan yang mampu merepresentasikan bahasa, sejarah tulisan manusia harus ditinjau kembali. Tetapi kesimpulan tersebut masih jauh dari pasti. Persoalan terbesar bukan hanya mengenai seberapa tua tablet tersebut, melainkan apa sebenarnya arti tanda-tanda yang terukir di atasnya.

Permukiman Kuno

Situs Dispilio memiliki sejarah penelitian yang cukup panjang. Keberadaan permukiman kuno di kawasan tersebut mulai diketahui pada tahun 1932 ketika kondisi musim dingin yang kering menyebabkan permukaan Danau Kastoria turun.

Surutnya air memperlihatkan sisa-sisa struktur dan benda yang sebelumnya berada di bawah permukaan danau. Temuan tersebut kemudian menarik perhatian para arkeolog karena memperlihatkan keberadaan permukiman prasejarah yang terpelihara dengan baik dalam lingkungan basah.

Penggalian arkeologis dilakukan secara lebih sistematis beberapa dekade kemudian. Pada tahun 1993, arkeolog prasejarah George Xourmouziadis memimpin penelitian di kawasan tersebut. Ekskavasi itu memperlihatkan bahwa Dispilio bukan sekadar lokasi tempat manusia tinggal sementara, melainkan permukiman yang dihuni dalam rentang waktu panjang pada periode Neolitikum.

Berbagai benda ditemukan di lokasi itu, mulai dari peralatan sehari-hari, tembikar, figur, ornamen, hingga sisa-sisa tanaman dan hewan. Dari temuan tersebut, para arkeolog dapat menyusun gambaran mengenai kehidupan masyarakat Dispilio. Mereka telah mengenal kegiatan pertanian dan peternakan, memanfaatkan sumber daya lingkungan dan danau, serta menghasilkan berbagai peralatan dan benda untuk kebutuhan sehari-hari.

Konteks tersebut penting karena kemampuan menghasilkan simbol tidak muncul dalam ruang kosong. Masyarakat yang hidup menetap, bertani, memelihara hewan, mengelola persediaan makanan, dan melakukan aktivitas ekonomi memiliki kebutuhan yang semakin kompleks untuk mengingat, mengidentifikasi, atau menyampaikan informasi. Dalam konteks itulah tablet kayu Dispilio menjadi sangat menarik.

Tablet Kayu yang Bertahan Ribuan Tahun

Kayu bukan material yang mudah bertahan selama ribuan tahun. Dalam kondisi normal, bahan organik seperti kayu akan mengalami pembusukan dan akhirnya menghilang. Namun, lingkungan basah dengan kandungan oksigen rendah dapat mengubah keadaan tersebut.

Tablet Dispilio berada dalam lingkungan sedimen danau selama ribuan tahun. Kondisi minim oksigen membantu menghambat aktivitas organisme yang biasanya mempercepat pembusukan kayu.

Akibatnya, sebuah benda yang dibuat manusia pada masa Neolitikum dapat bertahan hingga ditemukan lebih dari tujuh milenium kemudian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.